Ladang Yang Dibeli

Imamat 27:21

Nazar dan Penilaian

Saat ladang itu dibebaskan pada tahun Yobel, ladang itu kudus bagi TUHAN, sama seperti ladang lain yang telah dikhususkan. Ladang itu akan menjadi milik imam.

Imamat 27:21 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 27:21?

Ayat ini menyatakan bahwa pada tahun Yobel, ladang yang telah dikhususkan akan menjadi milik imam, karena telah menjadi kudus bagi TUHAN. Ini menunjukkan bahwa apa yang telah dikhususkan kepada Tuhan menjadi milik-Nya dan tidak kembali kepada pemilik semula.

Latar belakang

Nazar atas Ladang yang Dibeli

Jika seseorang mengkhususkan ladang yang dia beli, bukan warisan nenek moyangnya, maka nilainya dihitung sampai tahun Yobel. Pada tahun Yobel, ladang itu kembali kepada pemilik aslinya, bukan kepada orang yang menazarkannya.

Di mana

Gunung Sinai

Di kaki gunung, di padang gurun

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

pemimpin Israel, ~120 tahun

U

Kepada

Umat Israel

bangsa pilihan, baru keluar dari Mesir

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָנָה

qanah · dibeli

membeli, memperoleh, memiliki

אֲחֻזָּה

achuzzah · bukan miliknya

kepemilikan, warisan tanah

יוֹבֵל

yovel · tahun Yobel

tahun Yobel, tahun pelepasan

Kata 'qanah' (membeli) menunjukkan perbedaan dengan warisan ('achuzzah'). Ladang yang dibeli bukan milik permanen; pada Yobel (yovel), kembali ke pemilik asli. Ini mengajarkan bahwa kepemilikan bersifat sementara.

Tahukah kamu

Ladang Warisan vs Dibeli

Dalam aturan ini, ladang yang dibeli tidak bisa menjadi milik permanen, karena tanah di Israel harus kembali kepada keluarga aslinya pada tahun Yobel. Ini menjaga warisan tetap dalam keluarga.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 27:21

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 27:21

✕  Sering dikira

Ladang yang dibeli bisa menjadi milik permanen jika dinazarkan.

✓  Yang sebenarnya

Pada tahun Yobel, ladang itu harus kembali kepada pemilik aslinya, tidak menjadi permanen.

✕  Sering dikira

Nazar atas ladang yang dibeli berarti menyerahkan hak milik total kepada Tuhan.

✓  Yang sebenarnya

Nazar hanya berlaku sampai tahun Yobel; setelah itu hak kembali ke pemilik asli.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 27:21

Saat kita memberikan sesuatu kepada Tuhan, itu berarti kita melepaskan hak kita sepenuhnya. Biarlah pemberian kita tidak dengan pamrih, tetapi dengan sukacita karena kita percaya Tuhan memegang kendali.

Tuhan, ajari aku memberi dengan tulus tanpa mengharapkan kembali, karena semua milikku adalah milik-Mu. Amin.