Persembahan pujian kepada Allah
Ibrani 13:14
Nasihat-Nasihat Praktis untuk Orang Percaya
“Sebab, di bumi ini kita tidak mempunyai kota yang akan ada untuk selama-lamanya, tetapi kita sedang menantikan kota yang akan datang.”Ibrani 13:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. Ibrani 13.15–20 51”Ibrani 13:14 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab di bumi tidak ada tempat tinggal yang kekal untuk kita; kita mencari tempat tinggal yang akan datang.”Ibrani 13:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sebab di bumi ini kita tidak mempunyai kota tempat tinggal yang kekal. Kita menantikan Yerusalem baru.”Ibrani 13:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For here have we no continuing city, but we seek one to come.”Ibrani 13:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ibrani 13:14?
Ayat ini mengingatkan bahwa hidup di dunia ini sementara; kita tidak punya kota tetap di bumi. Sebagai orang percaya, kita menantikan kota yang akan datang, yaitu kerajaan Allah yang kekal. Ini memberi kita perspektif bahwa penderitaan dan kesulitan sekarang bukan akhir segalanya.
Latar belakang
Kurban baru dalam era Kristus
Dalam sistem Yahudi lama, kurban adalah pemberian material — hewan yang dipersembahkan di altar. Dalam komunitas Kristen, jenis kurban telah berubah secara fundamental. Kurban 'pujian' — ucapan bibir yang memuliakan nama Tuhan — sekarang adalah persembahan yang paling penting. Ini adalah transisi dari eksternal ke internal, dari material ke spiritual.
Di mana
Jemaat-jemaat Kristen lokal
Pertemuan doa dan ibadah komunitas
Kapan
~65 M
Transisi dari ibadah Bait Suci ke ibadah Kristen
Yang berbicara
Penulis Ibrani
Teolog Yahudi Kristen yang menulis surat pengajaran tentang Kristus
Kepada
Jemaat Yahudi Kristen
Komunitas yang mempelajari cara beribadah dalam era baru
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θυσία
thysia · sacrifice/offering
kurban, persembahan ritual — hadiah yang diberikan kepada Tuhan
αἴνεσις
ainesis · praise/hymn
pujian, pengakuan atas kebesaran — ekspresi lisan dari penyembahan
ὁμολογία
homologia · fruit of lips
pengakuan, pujian yang diucapkan dengan mulut — kesaksian lisan
Pujian lisan kepada Tuhan adalah 'kurban' terbesar yang dapat kami persembahkan dalam komunitas Kristen. Bukan tentang apa yang kami berikan secara material, tetapi tentang pengakuan kami atas kebesaran Allah dalam kata-kata dan kehidupan kita.
Tahukah kamu
Puisi dan pujian dalam Mazmur
Dalam Mazmur — kitab pujian Yahudi — ada tema berulang bahwa pujian adalah kurban yang paling menyenangkan bagi Tuhan. 'Kurban pujian' bukan istilah baru, tetapi penulis Ibrani menekankan bahwa ini adalah satu-satunya kurban yang diperlukan dalam komunitas Kristen, karena Kristus adalah kurban sempurna.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ibrani 13:14
Mazmur 50:14
Pujian dan syukur sebagai jenis kurban yang paling penting
“Persembahkanlah kurban syukur kepada Allah”
1 Petrus 2:5
Seluruh komunitas Kristen sebagai 'imamat yang suci' mempersembahkan kurban rohani
“Dan biarlah dirimu dibangun menjadi rumah rohani untuk menjadi imamat yang suci”
Filipi 4:18
Pemberian dan kebaikan kepada orang lain sebagai 'kurban' yang menyenangkan Tuhan
“Tetapi aku menerima semuanya dan lebih dari cukup. Aku penuh karena menerima dari Epafroditus apa yang telah kamu kirimkan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ibrani 13:14
✕ Sering dikira
Pujian lisan saja cukup tanpa hidup yang sesuai dengan kebenaran
✓ Yang sebenarnya
Pujian dengan mulut harus konsisten dengan kehidupan — hidup yang memuliakan Tuhan adalah bagian integral dari persembahan pujian
✕ Sering dikira
Hanya pujian yang formal dan bercerita adalah kurban yang diterima
✓ Yang sebenarnya
Setiap pengakuan tulus atas Tuhan dari hati — dalam doa pribadi, dalam pertemuan komunitas, atau dalam tindakan sehari-hari — adalah kurban pujian
Renungan
Renungan Singkat Ibrani 13:14
Ketika kita merasa risau dengan hal-hal duniawi—karier, harta, atau status—ingatlah bahwa semua itu sementara. Fokuslah pada hal-hal yang berdampak kekal, seperti kasih dan pelayanan. Bagaimana kamu bisa merawat 'kerinduan akan kota surgawi' hari ini?
Ya Bapa, mampukan aku untuk tidak terlalu melekat pada hal-hal duniawi yang sementara, dan arahkan hatiku pada kota-Mu yang kekal. Amin.