Nazar ladang yang dibeli
Imamat 27:22
Aturan Nazar dan Persembahan
“Apabila seseorang mengkhususkan ladang yang dia beli bagi TUHAN, yang bukan miliknya dahulu,”Imamat 27:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan jikalau ia menguduskan bagi TUHAN ladang yang telah dibelinya dan yang tidak termasuk ladang miliknya dahulu,”Imamat 27:22 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN sebuah ladang yang telah dibelinya,”Imamat 27:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Apabila kamu memberikan tanah yang kamu beli dari pemilik aslinya, yang bukan milik keluargamu, sebagai persembahan bagi-ku,”Imamat 27:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if a man sanctify unto the LORD a field which he hath bought, which is not of the fields of his possession;”Imamat 27:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 27:22?
Ayat ini mengatur tentang mengkhususkan ladang yang dibeli, bukan ladang warisan. Jika seseorang mengkhususkan ladang yang dibeli, nilainya dihitung oleh imam sampai tahun Yobel, dan orang itu harus membayar nilainya pada hari itu juga.
Latar belakang
Aturan untuk ladang yang dibeli
Ayat ini membahas kasus khusus: seseorang mengkhususkan ladang yang ia beli, bukan warisan turun-temurun, sebagai persembahan kepada TUHAN. Karena ladang itu bukan miliknya sepenuhnya (harus kembali ke pemilik asli pada tahun Yobel), nilainya dihitung secara proporsional hingga tahun Yobel.
Di mana
Gunung Sinai
Kaki Gunung Sinai, perkemahan Israel, siang hari
Kapan
~1445 SM
Taurat
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pembawa hukum TUHAN, berusia ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Tuhan yang sedang dalam perjalanan di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָדַשׁ
qadash · mengkhususkan
memisahkan atau menguduskan sesuatu untuk tujuan khusus, yaitu menjadi milik TUHAN
קָנָה
qanah · membeli
memperoleh sesuatu dengan membayar harga, biasanya menunjuk pada transaksi jual beli tanah
חָשַׁב
chashav · menghitung
mempertimbangkan atau memperkirakan nilai secara cermat berdasarkan perhitungan
Kata qadash menunjukkan bahwa mengkhususkan sesuatu berarti memindahkannya dari kepemilikan biasa ke kepemilikan Allah. Kata qanah dan chashav menekankan keadilan dan ketelitian: Allah tidak ingin orang mengambil untung dengan cara tidak adil, tetapi menghitung nilai secara jujur. Ini mengajarkan bahwa persembahan kita haruslah adil dan terhitung, bukan sekadar emosi.
Tahukah kamu
Tahun Yobel dan hak atas tanah
Dalam tahun Yobel, semua tanah yang dijual harus kembali kepada keluarga pemilik aslinya. Ini memastikan bahwa tanah tidak bisa terkumpul selamanya di tangan segelintir orang, dan setiap keluarga tetap punya warisan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 27:22
Imamat 27:16
Nilai ladang
“Apabila seseorang mengkhususkan sebagian dari ladang yang dimilikinya bagi TUHAN, nilainya sama dengan jumlah benih yang dapat ditabur di ladang itu.”
Imamat 25:28
Kembali pada Yobel
“Tetapi jika ia tidak mampu mengembalikan kepadanya, maka ladang itu tetap dalam tangan pembeli sampai tahun Yobel, lalu pada tahun Yobel ladang itu dilepaskan dan kembali kepada pemilik asalnya.”
Bilangan 18:14
Milik imam
“Segala yang dikhususkan di antara orang Israel menjadi bagianmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 27:22
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa semua nazar harus dibayar sesuai nilai penuh saat itu juga, tanpa memperhitungkan tahun Yobel.
✓ Yang sebenarnya
Ayat 22-23 menjelaskan bahwa khusus ladang yang dibeli, nilainya dihitung secara proporsional sampai tahun Yobel, bukan nilai penuh, karena pada tahun itu ladang kembali ke pemilik aslinya.
✕ Sering dikira
Mengira bahwa orang bisa mengkhususkan ladang yang bukan miliknya secara permanen, sehingga melanggar hak milik asli.
✓ Yang sebenarnya
Aturan ini justru melindungi hak pemilik asli: ladang yang dibeli tetap harus kembali pada tahun Yobel, dan nazar hanya berlaku untuk nilai yang dihitung sampai saat itu.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 27:22
Apa pun yang kita miliki, baik warisan maupun hasil jerih payah, dapat kita persembahkan kepada Tuhan. Jangan menunda untuk memberi, karena memberi adalah tindakan nyata iman kita.
Tuhan, mampukan aku untuk mempersembahkan milikku dengan segera dan dengan sukacita. Amin.