Tahun Yobel Membebaskan Tanah
Imamat 25:28
Sabat Tanah dan Tahun Yobel
PerikopHukum tentang Hak Milik · Imamat 25:23-34 →“Namun, jika dia tidak mampu menebus tanahnya, tanah itu harus tetap menjadi milik orang yang telah membelinya sampai tahun Yobel tiba. Pada tahun Yobel, tanah itu harus dikembalikan kepada orang yang menjualnya sehingga dia bisa kembali ke tanahnya.”Imamat 25:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."”Imamat 25:28 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kalau ia tidak mampu menebus tanahnya, orang yang membelinya tetap berkuasa atas tanah itu sampai Tahun Pengembalian yang berikut. Dalam tahun itu tanah itu harus dikembalikan kepada pemiliknya yang semula.”Imamat 25:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, jika dia tidak mampu menebus tanahnya, tanah itu tetap menjadi milik si pembeli sampai Tahun Pemulihan. Lalu pada tahun itu, tanah akan dibebaskan dan pemilik semula bisa kembali ke tanahnya.”Imamat 25:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But if he be not able to restore it to him, then that which is sold shall remain in the hand of him that hath bought it until the year of jubile: and in the jubile it shall go out, and he shall return unto his possession.”Imamat 25:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 25:28?
Jika penjual tidak mampu menebus tanahnya, maka tanah itu tetap milik pembeli sampai tahun Yobel. Pada tahun Yobel, tanah itu harus dikembalikan kepada penjual, karena tanah sejatinya milik Tuhan dan tidak boleh dimiliki selamanya.
Latar belakang
Jika Tidak Mampu Menebus
Aturan tentang tanah yang dijual karena kemiskinan. Jika penjual tidak punya cukup uang untuk menebusnya sebelum tahun Yobel, maka tanah itu tetap menjadi milik pembeli sampai tahun Yobel. Pada tahun Yobel, tanah itu harus kembali kepada penjual atau keluarganya.
Di mana
Gunung Sinai
Di atas gunung, dalam kemuliaan Tuhan
Kapan
~1445 SM
Hukum Taurat
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum dan pemilik tanah
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara di Gunung Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּאַל
ga'al · menebus
menebus, membeli kembali hak milik
אֲדָמָה
adamah · tanah
tanah, lahan, bumi
יוֹבֵל
yovel · Yobel
tanduk domba, tahun Yobel
Kata 'menebus' (ga'al) menunjukkan tindakan membeli kembali kepemilikan, yang menjadi gambaran penebusan Allah. Tahun Yobel (yovel) menandai pembebasan total, mengingatkan bahwa semua tanah adalah milik Tuhan dan umat-Nya hanyalah pengelola.
Tahukah kamu
Tahun Yobel: Pengembalian Tanah
Tahun Yobel dirayakan setiap 50 tahun sekali, dan menjadi waktu di mana semua tanah yang dijual harus kembali kepada pemilik aslinya. Ini adalah cara untuk mencegah ketidaksetaraan ekonomi yang permanen.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 25:28
Imamat 25:10
Tahun Yobel
“Kamu harus menguduskan tahun kelima puluh dan menyatakan pembebasan bagi seluruh penduduk negerimu. Itulah tahun Yobel bagimu.”
Imamat 25:23
Kepemilikan tanah
“Tanah tidak boleh dijual secara permanen. Sebab sesungguhnya, tanah itu adalah milik-Ku.”
Imamat 27:24
Pengembalian tanah
“Pada tahun Yobel, ladang itu harus kembali kepada orang yang menjualnya, yaitu kepada pemilik tanah itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 25:28
✕ Sering dikira
Menganggap tahun Yobel tidak relevan bagi orang Kristen karena berakhir di Perjanjian Baru.
✓ Yang sebenarnya
Tahun Yobel mengajarkan prinsip keadilan sosial dan pemulihan yang masih bergema dalam ajaran Yesus tentang pembebasan.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa tanah yang dijual tidak pernah bisa kembali jika pembeli tidak mau melepasnya.
✓ Yang sebenarnya
Tahun Yobel adalah perintah Tuhan, sehingga pembeli wajib mengembalikan tanah, bukan berdasarkan keinginan pribadi.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 25:28
Tahun Yobel adalah pengingat bahwa segala sesuatu di dunia ini sementara. Kita tidak boleh mengekalkan kepemilikan kita atas materi; kita perlu belajar melepas dan percaya bahwa Tuhan menyediakan pemulihan.
Tuhan, tolong aku untuk tidak terlalu melekat pada harta duniawi, melainkan bersandar pada janji-Mu. Amin.