Menghitung Harga Tebusan
Imamat 25:27
Tahun Yobel dan Pembebasan
PerikopHukum tentang Hak Milik · Imamat 25:23-34 →“dia harus menghitung jumlah tahun sejak dia menjualnya, dan mengembalikan kelebihannya kepada orang yang membelinya. Dengan demikian, tanah itu akan menjadi miliknya kembali.”Imamat 25:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka ia harus memasukkan tahun- tahun sesudah penjualannya itu dalam perhitungan, dan kelebihannya haruslah dikembalikannya kepada orang yang membeli dari padanya, supaya ia boleh pulang ke tanah miliknya.”Imamat 25:27 · TB
Terjemahan Baru
“maka ia harus membayar kepada orang yang telah membeli tanahnya seharga hasil tanah itu selama tahun-tahun berikutnya sampai Tahun Pengembalian yang akan datang. Dengan demikian ia mendapat kembali tanah miliknya.”Imamat 25:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“dia berhak membayar nilai tebus tanah itu kepada orang yang membelinya, supaya dia bisa kembali ke sana. Nilai tebusnya dihitung berdasarkan jumlah nilai hasil panen dalam tahun-tahun yang tersisa hingga Tahun Pemulihan berikutnya.”Imamat 25:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then let him count the years of the sale thereof, and restore the overplus unto the man to whom he sold it; that he may return unto his possession.”Imamat 25:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 25:27?
Ayat ini menjelaskan perhitungan harga penebusan: sejak tanah dijual, pembeli membayar untuk hasil panen yang mungkin didapat. Jika penjual ingin menebusnya, ia harus mengembalikan nilai tahun-tahun yang tersisa sampai Yobel, sehingga tanah kembali miliknya.
Latar belakang
Perhitungan tebusan tanah
Jika orang yang menjual tanahnya ingin menebusnya, ia harus menghitung tahun-tahun sejak penjualan hingga Yobel dan membayar nilai panen yang tersisa kepada pembeli. Dengan demikian, keadilan ekonomi terjaga dan tanah kembali ke pemilik asal.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, saat perkemahan di padang gurun
Kapan
~1445 SM
Taurat
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, menerima hukum dari TUHAN di Gunung Sinai
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah, sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָשַׁב
chashav · menghitung
menghitung, memperhitungkan, menilai
שָׁנָה
shanah · tahun
tahun, periode waktu
מִמְכָּר
mimkar · menjualnya
penjualan, barang yang dijual
'Chashav' (menghitung) menekankan tanggung jawab untuk berlaku adil secara matematis. Setiap transaksi harus transparan dan jujur, mengingat tahun Yobel sebagai batas waktu yang pasti.
Tahukah kamu
Nilai tanah berdasarkan panen
Harga tanah dihitung berdasarkan hasil panen yang bisa diperoleh sampai tahun Yobel. Ini mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan dari kepemilikan tanah, tetapi dari berkat Allah atas tanah itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 25:27
Imamat 25:16
Perhitungan harga
“Semakin banyak jumlah tahun setelah tahun Yobel, semakin tinggi harga jualnya. Semakin sedikit jumlah tahunnya, semakin rendah harga jualnya. Sebab, itulah jumlah hasil panen yang dijual orang itu kepadamu.”
Imamat 25:50
Menghitung tahun
“Dia dan orang yang membelinya harus menghitung mulai dari dia menjual dirinya sampai kepada tahun Yobel. Harga penjualan dirinya harus dihitung menurut jumlah tahun itu. Lamanya waktu dia tinggal pada pendatang itu harus dihitung seperti masa kerja orang upahan.”
Ulangan 15:12
Tahun pembebasan
“Apabila seorang dari saudaramu, baik laki-laki maupun perempuan, menjadi miskin dan menjual dirinya kepadamu, maka ia harus bekerja padamu enam tahun lamanya. Pada tahun yang ketujuh, engkau harus melepaskan dia sebagai orang merdeka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 25:27
✕ Sering dikira
Tebusan harus dibayar penuh sebesar harga jual awal
✓ Yang sebenarnya
Tebusan dihitung berdasarkan sisa tahun panen, bukan harga awal, sehingga adil bagi kedua pihak.
✕ Sering dikira
Tahun Yobel tidak memengaruhi tebusan
✓ Yang sebenarnya
Tahun Yobel adalah batas waktu; jika tidak ditebus, tanah kembali pada Yobel tanpa bayaran.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 25:27
Jangan serakah; dalam setiap transaksi, hitunglah dengan adil dan jujur. Prinsip ini mengajarkan kita untuk menghargai usaha orang lain dan tidak mengambil keuntungan yang tidak semestinya.
Bapa, mampukan aku berlaku adil dalam segala urusanku, terutama dengan mereka yang lebih lemah. Amin.