Larangan hubungan dengan bibi dari dua jalur
Imamat 20:19
Hukum Kekudusan dan Akibatnya
“Jangan mengadakan hubungan seksual dengan bibimu, baik dari ayah maupun ibumu. Orang yang seperti itu telah membuat aib bagi kerabatnya. Keduanya akan menanggung hukuman atas kesalahan mereka.”Imamat 20:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu atau saudara perempuan ayahmu, karena aurat seorang kerabatnya sendirilah yang dibuka, dan mereka harus menanggung kesalahannya sendiri.”Imamat 20:19 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan bibinya, kedua-duanya harus menanggung akibat dari pelanggaran itu.”Imamat 20:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan bibinya, baik saudari ayahnya ataupun ibunya, dia sudah melecehkan kerabat dekat. Biarlah mereka menanggung akibat dari perbuatan itu.”Imamat 20:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt not uncover the nakedness of thy mother’s sister, nor of thy father’s sister: for he uncovereth his near kin: they shall bear their iniquity.”Imamat 20:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 20:19?
Ayat ini melarang hubungan seksual dengan bibi, baik dari pihak ayah maupun ibu. Ini dianggap sebagai perbuatan yang memalukan dan menodai hubungan keluarga. Konsekuensinya adalah kedua orang yang bersalah harus menanggung hukuman atas kesalahan mereka.
Latar belakang
Batas keluarga yang diperluas
Bibi dari pihak ayah (dodah) maupun dari pihak ibu sama-sama dilindungi. Ini mencakup bibi kandung dan kemungkinan juga istri dari paman. Hukum ini melindungi perempuan yang lebih tua dalam keluarga dari eksploitasi oleh generasi lebih muda.
Di mana
Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · padang gurun
Kapan
~1440 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi Taurat
Kepada
Umat Israel
Bangsa perjanjian yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דֹּדָה
dodah · bibimu
Bibi — saudara perempuan ayah atau ibu; juga bisa berarti istri dari paman (dod).
עֶרְוָה גִּלָּה
ervah gilah · membuat aib
Menyingkap ketelanjangan — ungkapan eufemistik standar Taurat untuk hubungan seksual terlarang.
עֲוֹנָם יִשָּׂאוּ
avonam yisau · hukuman atas kesalahan
Mereka akan menanggung kesalahan mereka — konsekuensi yang bersifat diri sendiri, bukan dikenakan dari luar.
Formula 'menyingkap ketelanjangan' (gilah ervah) muncul puluhan kali di Imamat 18-20 sebagai istilah teknis hukum — bukan bahasa kasar tapi terminologi resmi.
Tahukah kamu
Musa sendiri lahir dari pernikahan paman-keponakan
Amram menikahi Yokhebed yang adalah bibinya (Keluaran 6:20). Pernikahan ini terjadi sebelum hukum Imamat ditetapkan — menunjukkan lagi bahwa hukum diberikan secara progresif sesuai tahap perkembangan bangsa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 20:19
Keluaran 6:20
preseden sebelum hukum ini
“Amram mengambil Yokhebed, bibinya, menjadi istrinya...”
Imamat 18:12-13
larangan yang sama
“Jangan mengadakan hubungan seksual dengan saudara perempuan ayahmu... saudara perempuan ibumu...”
Imamat 20:20
hukum terkait tentang paman
“Jika seseorang melakukan hubungan seksual dengan istri pamannya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 20:19
✕ Sering dikira
'Bibi' di sini hanya berarti saudara perempuan kandung orang tua
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks keluarga poligami kuno, 'dodah' juga mencakup istri dari paman — meluaskan lingkup perlindungan.
✕ Sering dikira
Hukum ini bertentangan dengan kisah Amram dan Yokhebed
✓ Yang sebenarnya
Hukum berkembang progresif — Amram hidup sebelum Taurat ditetapkan. Allah memberikan hukum yang sesuai dengan tahap perkembangan bangsa.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 20:19
Hormati batasan dalam keluarga dan jaga kemurnian hubungan, termasuk hubungan keluarga dekat. Kita dipanggil untuk menghargai dan melindungi keutuhan keluarga, bukan merusaknya dengan tindakan yang memalukan.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu menghormati dan menjaga batasan dalam keluargaku, agar kehidupanku memuliakan-Mu. Amin.