Menunggu di Depan Pintu Terkunci
Hakim-hakim 3:25
Ehud: Pahlawan Kidal yang Membebaskan Israel
“Mereka menunggu sampai bingung, tetapi raja tidak juga membuka pintu kamar atas itu. Kemudian, mereka mengambil kunci dan membukanya, dan tuan mereka terlihat tergeletak mati di lantai.”Hakim-hakim 3:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu mereka menunggu-nunggu sampai menjadi bingung, tetapi raja tidak membuka pintu kamar atas itu. Kemudian mereka mengambil kunci, membuka pintu, maka tampaklah tuan mereka mati tergeletak di lantai.”Hakim-hakim 3:25 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah menunggu cukup lama dan raja tidak juga membuka pintu, mereka kebingungan lalu mengambil kunci dan membuka pintu itu. Ternyata raja mereka tergeletak mati di lantai.”Hakim-hakim 3:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Para pelayan itu menunggu-nunggu begitu lama sampai mereka kebingungan karena raja tidak juga membuka pintu. Akhirnya, mereka mengambil kunci dan membuka pintunya. Saat itulah mereka terperanjat karena melihat tuan mereka sudah tergeletak mati di lantai.”Hakim-hakim 3:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they tarried till they were ashamed: and, behold, he opened not the doors of the parlour; therefore they took a key, and opened them: and, behold, their lord was fallen down dead on the earth.”Hakim-hakim 3:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 3:25?
Para pelayan Eglon menunggu lama di luar kamar atas, tetapi raja tidak kunjung membuka pintu. Bingung dan cemas, mereka akhirnya mengambil kunci dan membukanya, lalu mendapati raja mereka tewas di lantai. Ayat ini menunjukkan kepanikan dan kebingungan yang terjadi setelah pembunuhan diam-diam oleh Ehud.
Latar belakang
Raja Tak Kunjung Keluar
Setelah Ehud membunuh Eglon dan mengunci pintu, para hamba raja menunggu di luar. Mereka melihat pintu terkunci dan mengira raja sedang membuang hajat di kamar peranginan. Mereka tidak curiga ada yang tidak beres.
Di mana
Istana Eglon di Yerikho
Di luar kamar peranginan atas
Kapan
~1200 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Para hamba Eglon
Pelayan istana raja Moab, menunggu perintah
Kepada
Sesama hamba
Rekan pelayan yang juga menunggu di luar kamar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מֵסִיךְ
mesikh · membuang hajat
kata ini kemungkinan merujuk pada gerakan menutup atau menahan, dan dipahami sebagai eufemisme untuk buang air.
חֶדֶר
kheder · kamar peranginan
ruangan pribadi, kamar dalam atau ruang rahasia.
נָעַל
na'al · terkunci
mengunci atau menutup rapat, sering dengan palang.
Kata-kata ini menunjukkan betapa para hamba salah mengira situasi: mereka mengira raja hanya mengunci diri untuk hal biasa, padahal ada kematian di balik pintu.
Tahukah kamu
Kamar Peranginan di Atap
Di zaman kuno, kamar peranginan sering dibangun di lantai atas dengan saluran pembuangan ke bawah, sehingga istilah 'kamar atas' wajar dipakai. Para hamba mungkin terbiasa menunggu lama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 3:25
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 3:25
✕ Sering dikira
Mengira kamar peranginan adalah toilet modern dengan kloset duduk.
✓ Yang sebenarnya
Kamar itu adalah ruangan pribadi di lantai atas, dan 'membuang hajat' adalah eufemisme untuk buang air besar.
✕ Sering dikira
Menganggap para hamba bodoh karena tidak curiga.
✓ Yang sebenarnya
Mereka menunggu cukup lama sampai bingung, dan tindakan mereka wajar karena raja sering menggunakan kamar itu.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 3:25
Ketika keadaan tampak sepi dan tidak ada yang terjadi, kita bisa lengah. Kematian rohani bisa terjadi tanpa disadari. Tetap waspada dan peka terhadap tanda-tanda bahaya dalam hidup.
Tuhan, buka mataku agar aku tidak lengah dan selalu waspada terhadap bahaya yang mengintai, baik secara fisik maupun rohani. Amin.