Potong ujung jubah Saul
1 Samuel 24:4
Daud Mengampuni Saul di Gua En-Gedi
“(24-5) Orang-orang Daud berkata kepadanya, “Hari yang dikatakan TUHAN sudah tiba, ‘Aku akan menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Perbuatlah kepadanya apa yang engkau pandang baik.’” Daud bangun, lalu memotong ujung jubah kepunyaan Saul dengan diam-diam.”1 Samuel 24:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(24-5) Lalu berkatalah orang- orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.”1 Samuel 24:4 · TB
Terjemahan Baru
“(24-5) Lalu berkatalah anak buah Daud kepadanya, "Inilah kesempatan bagi Bapak! Bukankah TUHAN telah berkata kepada Bapak demikian, 'Musuhmu akan Kuserahkan kepadamu, perbuatlah sekehendakmu atas dia!'" Kemudian Daud menyelinap ke tempat Saul dan dengan diam-diam dipotongnya sedikit pinggir jubah Saul.”1 Samuel 24:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka yang bersama Daud berkata kepadanya, “Inilah hari yang TUHAN maksudkan ketika Dia berkata kepadamu, ‘Aku akan menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, supaya kamu dapat memperlakukan dia sesuai kehendakmu.’” Kemudian dengan diam-diam Daud mendekati Saul dan memotong sedikit dari ujung bawah jubahnya.”1 Samuel 24:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the men of David said unto him, Behold the day of which the LORD said unto thee, Behold, I will deliver thine enemy into thine hand, that thou mayest do to him as it shall seem good unto thee. Then David arose, and cut off the skirt of Saul’s robe privily.”1 Samuel 24:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 24:4?
Orang-orang Daud melihat ini sebagai saat yang Tuhan janjikan: 'Aku akan menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu.' Daud memotong ujung jubah Saul untuk membuktikan bahwa dia bisa membunuh Saul, tetapi hanya memotong jubahnya, bukan mencelakai tubuhnya.
Latar belakang
Tangan Daud di Ujung Jubah
Saul masuk ke gua tanpa tahu Daud ada di dalam. Orang-orang Daud mendorongnya untuk membunuh Saul, tetapi Daud hanya diam-diam memotong ujung jubah Saul sebagai bukti kuasanya atas nyawa Saul.
Di mana
Gua En-Gedi, dekat Laut Mati
Di dalam gua, tempat Saul membuang hajat
Kapan
~1000 SM
Zaman Raja Saul dan Daud
Yang berbicara
Narator
Penulis sejarah Israel, pewarta karya TUHAN
Kepada
Pembaca
Orang yang merenungkan tindakan Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כָּרַת
karat · memotong
memotong atau mengerat, sering dipakai untuk perjanjian
כָּנָף
kanaf · ujung
tepi atau sayap, bisa berarti perlindungan
מְעִיל
me'il · jubah
jubah luar yang menandakan pangkat atau wewenang
Kata 'karat' menunjukkan pemotongan yang bersifat definitif, 'kanaf' mengingatkan pada sayap perlindungan, dan 'me'il' menegaskan wibawa Saul. Tindakan Daud menyiratkan penyerahan otoritas secara simbolis.
Tahukah kamu
Jubah sebagai simbol otoritas
Dalam budaya Timur Dekat kuno, memotong ujung jubah raja adalah penghinaan serius dan simbol bahwa otoritas raja dicabut.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 24:4
1 Samuel 24:6
penyesalan Daud
“Kiranya TUHAN jauhkanlah aku dari melakukan hal itu kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.”
1 Samuel 26:11
Sikap serupa
“Kiranya TUHAN menjauhkan aku dari pada-Ku untuk mengulurkan tanganku kepada orang yang diurapi TUHAN.”
Mazmur 105:15
Lindungi yang diurapi
“Janganlah kamu menyentuh orang-orang yang Kuurapi, dan janganlah berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 24:4
✕ Sering dikira
Daud seharusnya membunuh Saul karena Tuhan menyerahkan dia.
✓ Yang sebenarnya
Daud memilih setia pada otoritas Tuhan, bukan bertindak sendiri.
✕ Sering dikira
Memotong jubah hanyalah tindakan simbolis tanpa makna serius.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah penghinaan yang sangat serius, tetapi tetap lebih baik dari pembunuhan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 24:4
Godaan untuk membalas dendam bisa sangat kuat, terutama saat kita melihat orang yang menyakiti kita dalam posisi lemah. Daud menahan diri. Belajar dari Daud: kemenangan sejati bukanlah membalas, tetapi menunjukkan integritas.
Tuhan, kuatkan saya untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi untuk tetap berbuat baik. Amin.