Malam yang Mandul

Ayub 3:6

Ayub Mengutuk Hari Kelahirannya

PerikopAyub Mengutuk Hari Kelahirannya · Ayub 3:1-26 →
“Malam itu, biarlah kegelapan yang pekat menguasainya; biarlah ia tidak bersukacita di antara hari-hari dalam setahun; biarlah ia tidak termasuk dalam hitungan bulan-bulan.”

Ayub 3:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 3:6?

Ayub mengutuk malam kelahirannya, berharap ia tidak termasuk dalam hitungan bulan dan tahun. Ini adalah ungkapan penyesalan atas keberadaannya. Ayub merasa bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani, sehingga ia ingin dihapus dari sejarah.

Latar belakang

Menghapus Malam

Ayub meminta agar malam kelahirannya disingkirkan dari kalender dan menjadi mandul, tidak ada sorak-sorai. Ia ingin malam itu tidak dihitung, sebagai tanda penyesalan atas keberadaannya.

Di mana

Tanah Us

Di tengah penderitaan, mungkin di tempat pembuangan abu

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian anak-anak Ayub
Pemulihan Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang kehilangan segalanya

P

Kepada

Para sahabatnya

Elifas, Bildad, dan Zofar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֹפֶל

ophel · kegelapan

kegelapan, kegelapan yang tebal

קָדַר

qadar · menguasai

menjadi gelap, berkabung

גַּלְמוּד

galmud · mandul

tandus, tidak menghasilkan

Ketiga kata ini menggambarkan kehampaan total: kegelapan pekat, tidak ada sukacita, dan ketandusan. Ayub ingin malam itu tidak memiliki makna atau hasil apa pun.

Tahukah kamu

Kalender Kuno

Orang-orang zaman dahulu menghitung tahun berdasarkan bulan, dan beberapa hari dianggap sial atau baik. Ayub ingin hari itu 'tidak termasuk dalam hitungan bulan-bulan', artinya dihapus dari ingatan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 3:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 3:6

✕  Sering dikira

Ayub ingin malam itu tidak ada, tetapi malam itu tetap ada.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah hiperbola puitis untuk menunjukkan keputusasaan yang mendalam.

✕  Sering dikira

Ayub mengutuk hari lahirnya karena percaya takhayul.

✓  Yang sebenarnya

Ia mengekspresikan penderitaannya secara puitis, bukan karena percaya pada kesialan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 3:6

Pernahkah kamu merasa bahwa hidupmu tidak berarti? Perasaan seperti itu bisa datang saat kita terpuruk. Namun, ingatlah bahwa setiap orang punya nilai di mata Tuhan. Jangan biarkan keputusasaan mendefinisikan dirimu. Carilah dukungan dan ingatlah bahwa ada tujuan untuk hidupmu.

Allah, tolong aku untuk melihat bahwa hidupku berharga di mata-Mu, meskipun aku merasa tidak layak. Amin.