Anak Domba yang Diam

Yesaya 53:7

Hamba yang Menderita

Dia ditindas dan Dia menderita, tetapi Dia tidak membuka mulutnya, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, dan seperti seekor domba betina yang terdiam di depan para penggunting bulunya, demikianlah dia tidak membuka mulutnya.

Yesaya 53:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 53:7?

Yesaya 53:7 menggambarkan hamba Tuhan yang menderita dengan diam, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian. Dia tidak membela diri atau membalas, menunjukkan ketaatan dan kerelaan dalam penderitaan. Ayat ini sering dikaitkan dengan Yesus yang diam di hadapan para penuduh-Nya.

Latar belakang

Penderitaan yang Diam

Hamba TUHAN digambarkan seperti domba yang dibawa ke pembantaian, tidak membela diri. Ini menekankan ketaatan dan penyerahan total dalam penderitaan.

Di mana

Yerusalem

Konteks penulisan nubuat

Kapan

~700 SM

Nabi-nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Utara
Kembali dari Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi abad ke-8 SM, penulis kitab

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan yang sedang dalam pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נִגַּשׂ

niggas · ditindas

ditekan atau dipaksa, sering dalam konteks perbudakan

עָנָה

anah · menderita

merendahkan diri atau ditindas

פָּתַח

patach · diam

membuka (mulut), dalam bentuk negatif berarti tidak membuka

Ketiga kata ini menunjukkan penderitaan yang diterima secara sukarela tanpa perlawanan, sebuah gambaran ketaatan yang radikal.

Tahukah kamu

Kutipan Perjanjian Baru

Ayat ini dikutip dalam Kisah Para Rasul 8:32-33 untuk menjelaskan kematian Yesus kepada sida-sida Etiopia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 53:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 53:7

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang penderitaan fisik semata.

✓  Yang sebenarnya

Lebih dalam, ini tentang penderitaan yang membawa penebusan, bukan sekadar penderitaan.

✕  Sering dikira

Hamba digambarkan pasif dan tidak berdaya.

✓  Yang sebenarnya

Dia diam secara sukarela, menunjukkan kuasa dalam penguasaan diri.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 53:7

Saat kita difitnah atau disakiti, mungkin kita ingin membela diri. Belajarlah dari Yesus yang memilih diam dan mempercayakan segalanya kepada Bapa, karena kadang diam adalah bentuk kekuatan dan ketaatan yang paling dalam.

Tuhan, ajari aku untuk diam dalam penderitaan seperti Yesus, mempercayakan keadilan-Mu. Amin.