Hakim-hakim 20:13
“Dan, sekarang, serahkanlah orang-orang itu, yaitu orang-orang dursila di Gibea, supaya kami menghukum mati mereka dan menghapus kejahatan itu dari antara Israel. Akan tetapi, orang-orang Benyamin tidak mau menerima dan mendengarkan perkataan saudara-saudaranya dari keturunan Israel itu.”Hakim-hakim 20:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka sekarang, serahkanlah orang-orang itu, yakni orang-orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mati mereka dan dengan demikian menghapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel." Tetapi bani Benyamin tidak mau mendengarkan perkataan saudara-saudaranya, orang Israel itu.”Hakim-hakim 20:13 · TB
Terjemahan Baru
“Serahkanlah orang-orang bejat dari Gibea itu kepada kami supaya kami bunuh mereka dan dengan demikian kami membasmi kejahatan itu dari tengah-tengah Israel." Tetapi orang Benyamin tidak menghiraukan perkataan orang-orang Israel yang lainnya itu.”Hakim-hakim 20:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Serahkanlah orang-orang bejat di Gibea itu untuk kita hukum mati, agar kejahatan ini terhapus dari Israel.” Akan tetapi, suku Benyamin tidak mau mendengarkan saudara-saudara mereka, yaitu umat Israel dari suku-suku lain.”Hakim-hakim 20:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now therefore deliver us the men, the children of Belial, which are in Gibeah, that we may put them to death, and put away evil from Israel. But the children of Benjamin would not hearken to the voice of their brethren the children of Israel:”Hakim-hakim 20:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 20:13?
Orang Israel menuntut agar suku Benyamin menyerahkan orang-orang fasik di Gibea yang telah melakukan kejahatan keji, untuk dihukum mati demi membersihkan Israel dari dosa. Namun, suku Benyamin menolak permintaan itu dan memilih membela mereka.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 20:13
Terkadang kita lebih memilih mempertahankan orang terdekat daripada menegakkan kebenaran, bahkan ketika mereka salah. Namun, kasih sejati berani menegur dan menegakkan keadilan, bukan menutupi kesalahan.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk memilih yang benar dan adil, meskipun harus berbeda dari orang-orang yang kukasihi. Amin.