Keluarga Palu dan Eliab

Bilangan 26:8

Sensus Suku Ruben

PerikopSensus · Bilangan 26:1-65 →
“Anak Palu ialah Eliab.”

Bilangan 26:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 26:8?

Ayat ini menyebutkan bahwa anak Palu adalah Eliab. Ini menunjukkan silsilah keluarga Ruben dan menegaskan bahwa sensus ini dilakukan secara teliti dan teratur.

Latar belakang

Mencatat Keturunan Palu

Ayat ini menyebutkan Eliab sebagai anak Palu, melanjutkan silsilah keluarga Ruben. Ini penting untuk memastikan hak waris dan identitas suku.

Di mana

Dataran Moab

Di timur Sungai Yordan, dekat Yerikho

Kapan

~1406 SM

Akhir pengembaraan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tulah berhenti
Masuk Kanaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Bilangan

Tradisi mengaitkan dengan Musa; editor kemudian.

U

Kepada

Umat Israel

Generasi yang bersiap masuk Kanaan.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פַּלּוּא

Pallu · Palu

Terpisah, istimewa

אֱלִיאָב

Eli'av · Eliab

El (Tuhan) adalah bapa

בֵּן

ben · anak

Anak laki-laki, keturunan

Nama 'Palu' berarti 'terpisah', yang mungkin merujuk pada pemisahan hak sulung Ruben. 'Eliab' yang berarti 'Tuhan adalah bapa' justru menjadi nama anak yang akan terlibat pemberontakan—sebuah ironi.

Tahukah kamu

Eliab yang Misterius

Nama Eliab hanya muncul di sini dan sebagai ayah dari dua tokoh pemberontak yang disebut di ayat 9. Ia tidak disebutkan dalam kisah lain.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 26:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 26:8

✕  Sering dikira

Menganggap Eliab adalah orang penting lainnya selain sebagai ayah Datan dan Abiram.

✓  Yang sebenarnya

Ia hanya disebut sebagai bagian silsilah, tetapi keturunannya yang membuatnya dikenal.

✕  Sering dikira

Mengira Palu adalah nama keluarga yang berbeda dari Ruben.

✓  Yang sebenarnya

Palu adalah anak Ruben, sehingga keluarganya adalah sub-suku Ruben.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 26:8

Silsilah yang dicatat menunjukkan bahwa identitas dan sejarah keluarga penting bagi Tuhan. Kita juga memiliki 'silsilah' dalam hidup kita; siapa kita dan dari mana kita berasal membentuk siapa kita sekarang, tetapi Tuhan mampu menulis ulang kisah kita.

Tuhan, terima kasih untuk setiap orang yang telah membentuk hidupku. Ajar aku untuk menghargai akar budayaku dan keluargaku. Amin.