Kelaparan Hebat di Kota
2 Raja-raja 25:3
Kejatuhan Yerusalem dan Pembuangan
PerikopNebukadnezar Menghancurkan Yerusalem · 2 Raja-raja 25:1-21 →“Pada hari kesembilan bulan keempat, kelaparan di kota sangat parah sehingga tidak ada makanan untuk penduduk negeri itu.”2 Raja-raja 25:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu,”2 Raja-raja 25:3 · TB
Terjemahan Baru
“Pada tanggal sembilan bulan empat tahun itu juga ketika bencana kelaparan sudah begitu hebat sehingga rakyat sudah tidak lagi mempunyai makanan sama sekali,”2 Raja-raja 25:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selama tiga tahun itu, bahan makanan di dalam kota semakin menipis, hingga akhirnya, pada tanggal 18 Juli, habislah semua persediaan. Terjadilah bencana kelaparan yang benar-benar parah.”2 Raja-raja 25:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And on the ninth day of the fourth month the famine prevailed in the city, and there was no bread for the people of the land.”2 Raja-raja 25:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 25:3?
Ayat ini menggambarkan keparahan kelaparan di Yerusalem selama pengepungan. Pada hari kesembilan bulan keempat, kelaparan mencapai puncaknya, sehingga tidak ada makanan bagi penduduk. Ini menunjukkan penderitaan yang dahsyat yang dialami bangsa Yehuda sebagai akibat dari dosa dan pemberontakan mereka.
Latar belakang
Puncak Penderitaan
Pada tanggal 9 bulan keempat, kelaparan di dalam kota mencapai puncaknya, sehingga tidak ada lagi makanan bagi penduduk negeri. Ini menunjukkan betapa beratnya pengepungan itu, dan sebagai akibatnya, tembok kota akhirnya diterobos pada malam hari, seperti yang diceritakan ayat berikutnya.
Di mana
Yerusalem
Di dalam kota Yerusalem yang menderita
Kapan
~587 SM
Kerajaan Pecah & Pembuangan
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Narator yang menggambarkan tragedi dengan detail
Kepada
Pembaca Alkitab
Mereka yang perlu merasakan beratnya hukuman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָב
ra'av · kelaparan
kelaparan, kekurangan pangan yang parah
חָזַק
khazaq · parah
kuat, berat, hebat
עַם הָאָרֶץ
am ha'arets · penduduk negeri
rakyat negeri, penduduk asli
'Kelaparan' (ra'av) yang 'parah' (khazaq) menunjukkan krisis yang luar biasa, dan 'rakyat negeri' (am ha'arets) menekankan bahwa seluruh lapisan masyarakat menderita; tidak ada yang luput dari hukuman ini.
Tahukah kamu
Kelaparan yang Parah
Alkitab mencatat bahwa selama pengepungan ini, beberapa orang bahkan terpaksa memakan anak-anak mereka sendiri karena kelaparan (Ratapan 2:20). Ini menunjukkan kondisi yang sangat mengerikan yang terjadi di Yerusalem.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 25:3
Ratapan 2:20
kengerian kelaparan
“Lihatlah, TUHAN, dan perhatikanlah: kepada siapakah Engkau berbuat begini? Apakah wanita-wanita harus makan buah kandungannya sendiri, anak-anak yang mereka rawat?”
Ulangan 28:53
nubuat kutukan
“Engkau akan memakan buah kandunganmu, daging anak-anakmu lelaki dan perempuan yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, dalam keadaan terjepit dan terdesak yang ditimbulkan musuhmu.”
2 Raja-raja 6:25
pengepungan serupa
“Terjadilah kelaparan besar di Samaria. Mereka mengepung kota itu sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 25:3
✕ Sering dikira
Kelaparan hanya terjadi sebentar, jadi tidak terlalu parah.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menunjukkan bahwa kelaparan begitu parah sampai tidak ada makanan, dan ayat-ayat lain menggambarkan tindakan putus asa seperti memakan anak sendiri.
✕ Sering dikira
Penduduk kota tidak menderita karena mereka punya persediaan makanan.
✓ Yang sebenarnya
Mereka sangat menderita; tidak ada makanan bagi penduduk negeri, dan ini memaksa tembok kota diterobos.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 25:3
Kebutuhan pokok seperti makanan adalah hal yang sering kita anggap remeh. Mari kita bersyukur atas berkat Tuhan yang setiap hari kita terima, dan lebih peka terhadap mereka yang kekurangan. Jangan sampai kita mengalami kelaparan rohani karena mengabaikan Firman-Nya.
Tuhan, terima kasih untuk makanan dan segala kebutuhan kami. Ajari kami untuk berbagi dengan sesama dan tidak pernah melupakan kebaikan-Mu. Amin.