Tembok Tembus, Kota Jatuh
2 Raja-raja 25:4
Kejatuhan Yerusalem dan Pembuangan
“Lalu, tembok kota itu diterobos. Semua tentara melarikan pada malam hari melalui pintu gerbang di antara dua tembok yang ada di dekat taman raja, meskipun orang-orang Kasdim mengepung kota itu. Mereka pun lari menuju Araba.”2 Raja-raja 25:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan.”2 Raja-raja 25:4 · TB
Terjemahan Baru
“tembok kota didobrak musuh. Malam itu, meskipun orang Babel sedang mengepung kota itu, semua tentara Yehuda melarikan diri menuju Lembah Yordan. Mereka mengambil jalan lewat taman istana, lalu keluar melalui pintu gerbang yang menghubungkan kedua tembok di tempat itu.”2 Raja-raja 25:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lagipula, salah satu bagian tembok Yerusalem mulai diruntuhkan. Karena itu Zedekia dan tentara-tentaranya kabur pada malam hari kabur lewat gerbang di antara tembok ganda dekat taman istana raja. Mereka lari ke arah dataran Yeriko, sementara pasukan Babel berjaga di sekeliling kota.”2 Raja-raja 25:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the city was broken up, and all the men of war fled by night by the way of the gate between two walls, which is by the king’s garden: (now the Chaldees were against the city round about:) and the king went the way toward the plain.”2 Raja-raja 25:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 25:4?
Ayat ini menceritakan saat tembok kota Yerusalem berhasil ditembus oleh musuh. Pada malam hari, raja Zedekia dan tentaranya mencoba melarikan diri melalui pintu gerbang di antara dua tembok, dekat taman raja, menuju ke Araba (Lembah Yordan). Ini menunjukkan kegagalan total pertahanan kota dan upaya menyelamatkan diri.
Latar belakang
Jebolnya Pertahanan Yerusalem
Setelah kota dikepung selama bertahun-tahun, temboknya akhirnya ditembus. Tentara Yehuda, termasuk Raja Zedekia, melarikan diri pada malam hari lewat celah di dekat taman raja, meskipun kota itu dikepung oleh tentara Kasdim (Babel).
Di mana
Yerusalem
Di dalam kota yang terkepung, malam hari saat tembok jebol
Kapan
± 586 SM
Kerajaan Terpecah: Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Tradisi Yahudi menghubungkan kitab ini dengan Yeremia, tetapi identitas pastinya tidak diketahui.
Kepada
Umat Israel
Pembaca awal yang mengalami pembuangan dan perlu memahami artinya.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּקַע
baqa' · diterobos
membelah, menembus, atau membongkar, sering dipakai untuk tembok yang dirobohkan.
נוּס
nus · melarikan
melarikan diri, lari tunggang langgang.
שַׁעַר
sha'ar · gerbang
pintu gerbang kota, yang biasanya sangat dijaga.
Tembok yang 'diterobos' bukan hanya fisik, tapi simbol runtuhnya perlindungan TUHAN karena dosa umat; 'melarikan diri' dan 'gerbang' menekankan upaya manusia yang sia-sia untuk menyelamatkan diri.
Tahukah kamu
Pintu Gerbang Ganda
Kota Yerusalem punya sistem gerbang ganda di bagian selatan, yang mungkin mempermudah pelarian diam-diam—tetapi tetap saja mereka tertangkap.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 25:4
Yeremia 39:2-4
Catatan paralel
“Pada tanggal sembilan bulan keempat, tembok kota itu jebol. ... maka semua perwira raja Babel masuk dan duduk di Pintu Gerbang Tengah.”
Yehezkiel 12:12
Nubuat dipenuhi
“...mereka akan membawa barang-barangnya ke luar pada malam hari dan pergi...”
Ratapan 1:3
Akibat kejatuhan
“Yehuda pergi ke pengasingan karena penindasan dan perbudakan hebat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 25:4
✕ Sering dikira
Mengira tembok itu jebol karena orang Babel mendobraknya secara langsung, padahal ini adalah hasil pengepungan yang panjang.
✓ Yang sebenarnya
Tembok jebol setelah persediaan makanan habis dan kondisi kota melemah, sehingga celah bisa dibuat.
✕ Sering dikira
Berpikir raja melarikan diri karena pengecut, padahal itu adalah usaha putus asa untuk menyelamatkan diri dari musuh yang jauh lebih kuat.
✓ Yang sebenarnya
Pelarian itu wajar dalam situasi perang, meski tetap tidak menghindarkan dari hukuman TUHAN.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 25:4
Ketika kita mencoba melarikan diri dari masalah dengan cara sendiri, seringkali kita berakhir dalam situasi yang lebih buruk. Daripada menempuh jalan pintas yang tidak benar, lebih baik berserah kepada Tuhan dan meminta hikmat-Nya.
Ya Tuhan, jauhkan kami dari usaha untuk menyelamatkan diri dengan cara yang tidak berkenan kepada-Mu. Tuntun kami di jalan yang benar, sekalipun sulit. Amin.