Zedekia dibutakan, Yerusalem jatuh

2 Raja-raja 25:22

Kejatuhan Yerusalem dan Pembuangan

PerikopGedalya Diangkat Sebagai Gubernur Yehuda · 2 Raja-raja 25:22-26 →
“Kemudian, Nebukadnezar, raja Babel, mengangkat Gedalya, anak Ahikam, anak Safan, menjadi gubernur atas rakyat yang masih tinggal di tanah Yehuda.”

2 Raja-raja 25:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 25:22?

Setelah Yehuda dihancurkan, Nebukadnezar mengangkat Gedalya, anak Ahikam, sebagai gubernur atas rakyat yang tersisa di Yehuda. Tindakan ini menunjukkan bahwa meski hancur, Tuhan masih menyediakan pemimpin dan kesempatan untuk memulai lagi di tanah yang tersisa.

Latar belakang

Gedalya Menjadi Gubernur

Setelah menghancurkan Yerusalem dan membuang banyak penduduk, Nebukadnezar menunjuk Gedalya untuk memerintah rakyat yang tersisa di Yehuda, yang sebagian besar adalah orang-orang miskin yang tinggal untuk mengolah tanah.

Di mana

Yerusalem

Setelah kehancuran kota, dalam konteks pembuangan

Kapan

~586 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yerusalem jatuh
Gedalya diangkat
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Raja-raja

Penulis sejarah kerajaan Yehuda, menyusun catatan dari sumber-sumber resmi dan nabi.

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Orang-orang yang ingin memahami sejarah bangsa Israel dan karya Tuhan di tengah kehancuran.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פָּקַד

paqad · mengangkat

Memberi tanggung jawab atau wewenang, sering kali oleh raja.

פֶּחָה

pechah · gubernur

Pejabat yang ditunjuk untuk memerintah atas nama raja.

שָׁאַר

sha'ar · tinggal

Sisa, sisanya; mereka yang tidak dibuang.

Kata 'paqad' dan 'pechah' menunjukkan bahwa kuasa politik telah berpindah ke Babel, tetapi kata 'sha'ar' mengingatkan bahwa ada sisa umat yang dipelihara Tuhan, meskipun dalam kondisi hina.

Tahukah kamu

Nama Gedalya

Gedalya berarti 'TUHAN itu besar' atau 'TUHAN telah menjadi besar', sebuah nama yang penuh harapan di tengah kehancuran.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 25:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 25:22

✕  Sering dikira

Mengira bahwa Gedalya adalah gubernur yang baik dan semua rakyat menerimanya dengan damai.

✓  Yang sebenarnya

Meskipun Gedalya bekerja sama dengan Babel, situasinya tegang, dan tidak semua orang Yehuda mendukungnya, terbukti dari pembunuhannya di ayat 25.

✕  Sering dikira

Mengira bahwa hanya sedikit orang yang dibuang.

✓  Yang sebenarnya

Pembuangan adalah massal, tetapi beberapa orang miskin ditinggalkan untuk mengolah tanah, karena Babel tidak ingin Yehuda menjadi tandus.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 25:22

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sepenuhnya. Bahkan saat hidup terasa hancur, Ia bisa memberikan harapan baru. Jangan biarkan kehancuran membuat kita putus asa; percayalah bahwa Tuhan sanggup memulihkan dan memberi pemimpin yang baik bagi kita.

Bapa, ajari kami melihat harapan di tengah kehancuran, dan iringi kami dengan pemimpin yang bijaksana sesuai kehendak-Mu. Amin.