Pesan Hizkia kepada Yesaya
2 Raja-raja 19:3
Hizkia mengakui kesesakan
PerikopHizkia Berbicara dengan Nabi Yesaya · 2 Raja-raja 19:1-7 →“Mereka berkata kepadanya, “Inilah perkataan Hizkia: ‘Hari ini adalah hari kesesakan, hukuman, dan penistaan, karena sudah saatnya anak-anak untuk dilahirkan, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.”2 Raja-raja 19:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berkatalah mereka kepadanya: "Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.”2 Raja-raja 19:3 · TB
Terjemahan Baru
“Inilah pesan Hizkia yang mereka sampaikan kepada Yesaya, "Hari ini hari dukacita; kita dihukum dan dihina. Kita seperti wanita yang sudah mau bersalin tetapi kehabisan tenaga.”2 Raja-raja 19:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kata mereka kepada Yesaya, “Raja Hiskia mengirim pesan: Hari ini kita mendapat masalah besar. Kita menerima peringatan keras dan dipermalukan. Bangsa kita dalam kondisi gawat, ibarat perempuan yang sudah hampir bersalin tetapi terlalu lemah untuk melahirkan bayinya.”2 Raja-raja 19:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said unto him, Thus saith Hezekiah, This day is a day of trouble, and of rebuke, and blasphemy; for the children are come to the birth, and there is not strength to bring forth.”2 Raja-raja 19:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 19:3?
Hizkia menggambarkan situasi genting dengan metafora melahirkan yang macet: sudah waktunya bayi lahir, tapi tidak ada kekuatan. Ini adalah ungkapan keputusasaan dan ketidakberdayaan yang realistis di hadapan ancaman Asyur, seraya mengakui bahwa mereka tidak mampu melepaskan diri sendiri.
Latar belakang
Hari yang sulit
Para utusan menyampaikan perkataan Hizkia: hari ini adalah hari kesesakan dan hukuman. Mereka menggunakan metafora ibu yang mau melahirkan tapi tidak kuat, untuk menggambarkan kondisi yang kritis.
Di mana
Yerusalem
Di rumah Yesaya
Kapan
~701 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Para utusan Hizkia
Elyakim, Sebna, dan tua-tua imam
Kepada
Yesaya
Nabi Tuhan, penasihat rohani
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צָרָה
tsarah · kesesakan
penderitaan, tekanan, kesempitan
תּוֹכֵחָה
tokhechah · hukuman
teguran, peringatan
נְאָצָה
ne'atzah · penistaan
penghinaan terhadap yang kudus
Hizkia merangkum situasi sebagai hari 'kesesakan, hukuman, penistaan'—ini bukan sekadar musibah, melainkan teguran ilahi dan penghinaan terhadap nama Tuhan.
Tahukah kamu
Metafora melahirkan
Dalam Perjanjian Lama, metafora melahirkan sering dipakai untuk menggambarkan situasi genting yang membutuhkan pertolongan Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 19:3
Yesaya 37:3
paralel langsung
“Mereka berkata kepadanya: 'Beginilah kata Hizkia: Hari ini adalah hari kesesakan dan hukuman dan penistaan; sebab sudah waktunya bayi lahir, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.'”
Yesaya 26:17
metafora melahirkan
“Seperti perempuan yang mengandung dan sakit bersalin, menjerit, demikianlah kami di hadapan-Mu, ya TUHAN.”
Mazmur 22:14
gambaran kehancuran
“Aku tercurah seperti air, dan segala tulangku terpegang; hatiku seperti lilin, hancur luluh dalam diriku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 19:3
✕ Sering dikira
Hizkia putus asa dan kehilangan iman.
✓ Yang sebenarnya
Ia jujur mengakui situasi, tetapi tetap mencari Tuhan melalui nabi.
✕ Sering dikira
'Hukuman' berarti Allah menghukum Hizkia secara pribadi.
✓ Yang sebenarnya
Ini bisa merujuk pada teguran atas dosa bangsa atau hukuman yang dibawa musuh.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 19:3
Kadang kita merasa seperti Hizkia: sekuat tenaga tapi tidak mampu mengubah keadaan. Di titik itulah kita belajar berseru kepada Tuhan yang sanggup melakukan perkara mustahil.
Ya Tuhan, aku mengaku aku lemah dan tidak berdaya. Tolonglah aku di saat aku tidak punya kekuatan. Amin.