Tubuh hancur seperti lilin

Mazmur 22:14

Jeritan dan Pujian Sang Hamba

(22-15) Aku tercurah seperti air, semua tulangku lepas dari sendinya. Hatiku seperti lilin, meleleh di antara bagian dalam tubuhku.

Mazmur 22:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 22:14?

Pemazmur menggambarkan penderitaannya secara gamblang: seperti air tercurah, tulang lepas, hati meleleh. Ini menunjukkan kehancuran total secara fisik dan emosional, seperti kehilangan kekuatan dan identitas. Ini adalah gambaran penderitaan yang paling dalam.

Latar belakang

Ketakutan yang mencairkan

Daud menggambarkan dirinya seperti air yang tercurah dan tulang yang terlepas—gambaran kelemahan total. Hatinya seperti lilin meleleh, menunjukkan ketakutan dan kehilangan kekuatan.

Di mana

Yerusalem

Di tempat perlindungan, malam hari

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengurapan sebagai raja
Pendirian tabernakel
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, ~30 tahun

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁפַכְתִּי

shafakhti · tercurah

menuangkan, mencurahkan

עַצְמוֹתַי

atzmotai · tulang

tulang-tulangku

דּוֹנַג

donag · lilin

lilin

Kata 'tercurah' menunjukkan kehancuran total, 'tulang' melambangkan struktur tubuh, dan 'lilin' adalah bahan yang mudah meleleh—gabungannya melukiskan kehancuran fisik dan emosional.

Tahukah kamu

Air dalam puisi Ibrani

Dalam Perjanjian Lama, air sering melambangkan kehancuran dan kematian (misalnya air bah). Di sini, 'tercurah' menekankan kehilangan kendali.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 22:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 22:14

✕  Sering dikira

Ini hanya hiperbola puitis tanpa makna literal.

✓  Yang sebenarnya

Ini menggambarkan kondisi psikosomatis yang nyata akibat tekanan berat.

✕  Sering dikira

Daud hanya menggambarkan penyakit fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini juga metafora untuk keterpurukan rohani.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 22:14

Kita boleh mengakui kelemahan dan kepedihan kita kepada Allah. Jangan berpura-pura kuat. Allah sanggup memulihkan kita walau kita merasa hancur.

Bapa, saat aku merasa hancur dan lemah, peganglah aku dan pulihkan hatiku. Amin.