Bukit Pengurbanan yang Tak Disingkirkan
2 Raja-raja 15:4
Raja-raja yang Gagal Menjaga Kesetiaan
PerikopPemerintahan Azarya atas Yehuda · 2 Raja-raja 15:1-7 →“Namun, bukit-bukit pengurbanan tidak dijauhkannya sehingga bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar dupa di bukit-bukit pengurbanan itu.”2 Raja-raja 15:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu.”2 Raja-raja 15:4 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi sayang, ia tidak memusnahkan tempat-tempat penyembahan dewa, sehingga rakyat tetap mempersembahkan kurban dan membakar dupa di situ.”2 Raja-raja 15:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Akan tetapi, dia tidak menyingkirkan tempat-tempat penyembahan yang dibangun rakyat di bukit-bukit. Mereka tetap mempersembahkan kurban dan membakar dupa di sana.”2 Raja-raja 15:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Save that the high places were not removed: the people sacrificed and burnt incense still on the high places.”2 Raja-raja 15:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 15:4?
Ayat ini menjelaskan bahwa meskipun Azarya melakukan yang benar, ia tidak menyingkirkan bukit-bukit pengorbanan, sehingga bangsa itu masih mempersembahkan korban dan membakar dupa di sana. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik sekalipun tidak sempurna; ada kompromi yang dibiarkan. Akibatnya, bangsa itu tetap terjerumus dalam praktik yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Latar belakang
Ketaatan yang Tidak Sempurna
Azarya (Uzia) melakukan yang benar di mata TUHAN seperti ayahnya, tetapi ia tidak menjauhkan bukit-bukit pengurbanan. Tempat-tempat ini adalah altar-altar di atas bukit yang dipakai untuk mempersembahkan korban, yang seharusnya hanya dilakukan di Bait Suci di Yerusalem.
Di mana
Yerusalem
Catatan sejarah di tengah konteks istana dan tempat ibadah
Kapan
~792-740 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Salah satu penulis sejarah Kerajaan Yehuda dan Israel, ~abad ke-6 SM
Kepada
Pembaca Alkitab
Orang-orang yang ingin memahami sejarah umat Tuhan dan pergumulan kesetiaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּמוֹת
bamot · bukit-bukit pengurbanan
tempat tinggi atau altar kafir di bukit, dipakai untuk beribadah kepada TUHAN namun tidak sesuai aturan
סוּר
sur · dijauhkannya
pergi, berpaling, atau mengambil pergi; dalam konteks ini berarti menyingkirkan
הָעָם
ha'am · bangsa itu
umat Israel, rakyat biasa yang masih terlibat dalam ibadah di tempat yang salah
Kata-kata ini menunjukkan bahwa meskipun seorang raja secara umum hidup benar, ia bisa gagal dalam hal yang tampak kecil, seperti membersihkan tempat ibadah yang tidak sesuai. Ini mengingatkan bahwa ketaatan sejati mencakup semua aspek hidup, bukan hanya yang terlihat di permukaan.
Tahukah kamu
Bukit Pengurbanan Sulit Dihilangkan
Bukit-bukit pengurbanan ini sudah menjadi pola yang berulang dalam sejarah raja-raja Yehuda. Bahkan raja yang baik seperti Asa dan Yosafat tidak sanggup sepenuhnya menghapusnya, dan baru Hizkia dan Yosia yang berhasil melakukannya jauh kemudian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 15:4
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 15:4
✕ Sering dikira
Menganggap Azarya adalah raja yang gagal total karena tidak menyingkirkan bukit pengurbanan.
✓ Yang sebenarnya
Azarya tetap dinilai benar di mata TUHAN, hanya saja tidak sempurna; ini menunjukkan bahwa penilaian Allah lebih kompleks daripada hitam-putih.
✕ Sering dikira
Mengira bukit pengurbanan adalah tempat ibadah kepada dewa asing.
✓ Yang sebenarnya
Beberapa bukit pengurbanan mungkin dipakai untuk beribadah kepada TUHAN, tetapi caranya tidak sesuai dengan perintah-Nya yang memusatkan ibadah di Bait Suci.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 15:4
Seringkali kita membiarkan 'bukit pengorbanan' dalam hidup kita—kebiasaan, dosa, atau kompromi kecil yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Ini bisa menghambat pertumbuhan rohani kita dan menjadi contoh yang buruk bagi orang lain. Mari kita berani untuk 'menyingkirkan' hal-hal tersebut, dengan pertolongan Roh Kudus, agar hidup kita semakin berkenan kepada Allah.
Bapa, ampuni aku karena aku sering memelihara 'bukit pengorbanan' dalam hidupku. Beriku kekuatan untuk menyingkirkan segala hal yang menghalangi hubunganku dengan-Mu, dan jadikan hatiku murni di hadapan-Mu. Amin.