Tulah Kusta Sang Raja
2 Raja-raja 15:5
Tuhan Mengajar Raja Melalui Penyakit
“Kemudian, TUHAN menimpakan tulah sehingga raja sakit kusta sampai hari kematiannya. Karena itu, dia tinggal di rumah pengasingan. Lalu, Yotam, anak raja, mengepalai istana dan memerintah rakyat negeri itu.”2 Raja-raja 15:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka TUHAN menimpakan tulah kepada raja, sehingga ia sakit kusta sampai hari kematiannya, dan tinggal dalam sebuah rumah pengasingan. Dan Yotam, anak raja, mengepalai istana dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.”2 Raja-raja 15:5 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN membuat dia menderita penyakit kulit yang mengerikan, dan sampai ia meninggal, penyakitnya itu tidak sembuh-sembuh. Ia diasingkan di sebuah rumah dan dibebaskan dari tugas-tugasnya. Yotam putranya memerintah rakyat sebagai wakilnya.”2 Raja-raja 15:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena suatu peristiwa, TUHAN menghukum Uzia dengan penyakit kulit menular. Karena itu dia harus dikucilkan di rumah terpisah. Yotam anaknya mengambil alih tanggung jawab atas urusan istana dan menjalankan pemerintahan. Penyakit kulit Uzia tidak sembuh sampai hari matinya.”2 Raja-raja 15:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the LORD smote the king, so that he was a leper unto the day of his death, and dwelt in a several house. And Jotham the king’s son was over the house, judging the people of the land.”2 Raja-raja 15:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 15:5?
Ayat ini menceritakan bahwa TUHAN menimpakan tulah kepada Azarya, sehingga ia menderita kusta sampai hari kematiannya. Akibatnya, ia tinggal di rumah pengasingan, dan anaknya, Yotam, menjadi wakil raja yang memerintah rakyat. Ini menunjukkan bahwa Allah menghukum dosa, termasuk dosa yang tidak disadari, dan bahwa tidak ada raja yang kebal terhadap akibat dosa.
Latar belakang
Penyakit yang Memisahkan Raja
Tuhan menimpakan tulah kepada Azarya sehingga ia menderita kusta. Karena penyakit itu, ia harus tinggal di rumah pengasingan, dan putranya Yotam mengambil alih tanggung jawab kerajaan.
Di mana
Yerusalem
Istana raja, tempat tinggal raja yang sakit
Kapan
~750 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Salah satu penulis sejarah Kerajaan Yehuda dan Israel, ~abad ke-6 SM
Kepada
Pembaca Alkitab
Orang-orang yang ingin memahami konsekuensi dosa dan kepemimpinan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָגַע
naga' · tulah
menyentuh, menghantam; menunjukkan tindakan langsung dari Tuhan
צָרַעַת
tsara'at · kusta
penyakit kulit yang serius, sering dipakai sebagai tanda hukuman atau ketidaklayakan ritual
בֵּית חָפְשִׁית
bet chofshit · rumah pengasingan
rumah kebebasan atau tempat tinggal terpisah, bisa juga berarti rumah penahanan
Kombinasi 'tulah' dan 'kusta' menunjukkan bahwa penyakit ini datangnya dari Tuhan sebagai konsekuensi dosa. 'Rumah pengasingan' menekankan bahwa raja yang tadinya bebas kini kehilangan kemerdekaannya, baik secara fisik maupun sosial.
Tahukah kamu
Kusta dan Pengasingan
Kusta dalam Alkitab sering kali merujuk pada berbagai penyakit kulit yang membuat seseorang dianggap najis. Raja yang terkena kusta harus dikucilkan, dan ini adalah pukulan telak bagi seorang raja yang biasanya sangat berkuasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 15:5
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 15:5
✕ Sering dikira
Menganggap kusta Azarya adalah penyakit biasa tanpa makna teologis.
✓ Yang sebenarnya
Teks dengan jelas mengaitkan kusta ini sebagai tulah dari TUHAN akibat kesombongan Azarya.
✕ Sering dikira
Menyimpulkan bahwa semua penyakit adalah hukuman langsung dari Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak selalu menghubungkan penyakit dengan dosa pribadi; tetapi dalam kasus Azarya, teks menegaskan bahwa ini adalah hukuman.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 15:5
Dosa selalu membawa konsekuensi, meskipun mungkin tidak langsung terlihat. Ketika kita menyadari kesalahan kita, penting untuk segera bertobat dan meminta ampun, serta menerima konsekuensinya dengan rendah hati. Tuhan juga dapat memakai keterbatasan kita untuk membentuk karakter kita dan mempercayakan tanggung jawab kepada orang lain.
Ya Tuhan, ampunilah aku jika ada dosa yang kubiarkan dalam hidupku. Terima kasih karena Engkau mengingatkan aku melalui konsekuensi, dan tolong aku untuk rendah hati menerima didikan-Mu serta bertumbuh menjadi lebih serupa dengan Kristus. Amin.