Reformasi Bersih-bersih Ibadah

2 Raja-raja 18:4

Hizkia Membersihkan Tempat Ibadah

PerikopHizkia Menjadi Raja Yehuda · 2 Raja-raja 18:1-8 →
“Dia menyingkirkan bukit-bukit pengurbanan, menghancurkan tugu-tugu berhala, dan menebang tiang-tiang berhala. Dia menghancurkan ular tembaga yang dibuat oleh Musa, sebab sampai saat itu keturunan Israel masih membakar dupa untuk ular itu, yang disebut Nehustan.”

2 Raja-raja 18:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 18:4?

Ayat ini menjelaskan tindakan Hizkia dalam memberantas penyembahan berhala: ia menyingkirkan bukit-bukit pengurbanan, menghancurkan tugu-tugu, menebang tiang-tiang berhala, dan menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, yang telah menjadi objek penyembahan (Nehustan). Ini menunjukkan keberaniannya dalam memurnikan ibadah kepada TUHAN.

Latar belakang

Menghancurkan Simbol Ibadah Palsu

Hizkia melakukan pembersihan besar-besaran terhadap praktik penyembahan berhala yang telah merasuk ke dalam ibadah Israel. Dia menghancurkan bukit-bukit pengurbanan, tugu-tugu berhala, dan tiang-tiang berhala yang biasa dipakai dalam penyembahan dewa-dewi. Yang paling mengejutkan, dia bahkan menghancurkan ular tembaga yang dibuat oleh Musa, karena orang Israel mulai membakar dupa kepadanya sebagai jimat.

Di mana

Yerusalem

Dalam catatan sejarah, saat Hizkia memerintah

Kapan

~715 SM

Pembagian Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hizkia naik takhta
Serangan Sanherib
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Raja-raja

Sejarawan yang mencatat raja-raja Israel dan Yehuda.

P

Kepada

Pembaca Kitab Raja-raja

Orang-orang yang ingin belajar dari sejarah bangsa Israel.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הֵסִיר

hesir · menyingkirkan

menghapus, menjauhkan, atau merobohkan

שִׁבֵּר

shibber · menghancurkan

memecahkan, meremukkan

כָּרַת

karat · menebang

memotong, menebas

Kata-kata ini menggambarkan tindakan yang tegas dan total. Hizkia benar-benar menghilangkan segala elemen penyembahan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, tanpa setengah-setengah.

Tahukah kamu

Ular Tembaga yang Menjadi Berhala

Ular tembaga yang dibuat Musa (Bilangan 21:8-9) tadinya adalah alat mukjizat kesembuhan, tapi ratusan tahun kemudian orang Israel menganggapnya sebagai benda bertuah yang harus disembah. Hizkia menyebutnya 'Nehustan', yang berarti 'tembaga' atau 'logam', dan menghancurkannya untuk menghentikan penyembahan ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 18:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 18:4

✕  Sering dikira

Hizkia menghancurkan ular tembaga itu karena itu adalah buatan Musa dan Musa tidak boleh membuat benda seperti itu.

✓  Yang sebenarnya

Ular itu sendiri adalah perintah Allah (Bilangan 21:8). Yang salah adalah bangsa Israel mengubahnya menjadi objek penyembahan.

✕  Sering dikira

Menghancurkan tugu-tugu berhala saja sudah cukup; tiang-tiang berhala mungkin tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Semua elemen penyembahan berhala harus dihilangkan, termasuk tiang-tiang yang biasanya dipakai untuk dewi Asyera.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 18:4

Terkadang kita memiliki 'berhala-berhala' dalam hidup—hal-hal yang dulunya baik tetapi menjadi fokus penyembahan yang salah. Kita perlu berani membersihkan hidup kita dari hal-hal yang menggantikan Tuhan.

Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk membuang segala hal yang menjadi berhala dalam hidup kami, agar kami hanya menyembah Engkau. Amin.