Samla, raja dari Masreka
1 Tawarikh 1:47
Daftar raja Edom
“Setelah Hadad mati, Samla dari Masreka memerintah sebagai penggantinya.”1 Tawarikh 1:47 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah Hadad mati, Samla, dari Masyreka menjadi raja menggantikan dia.”1 Tawarikh 1:47 · TB
Terjemahan Baru
“(1:43)”1 Tawarikh 1:47 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And when Hadad was dead, Samlah of Masrekah reigned in his stead.”1 Tawarikh 1:47 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 1:47?
Setelah Hadad mati, Samla dari Masreka memerintah. Nama Masreka disebut sebagai tempat asalnya. Ini menegaskan bahwa setiap raja memiliki identitas dan asal usul yang dicatat dengan teliti dalam silsilah.
Latar belakang
Samla naik takhta
Setelah Hadad mati, Samla dari Masreka menjadi raja Edom. Daftar ini mencatat suksesi raja-raja Edom yang berurutan. Masreka mungkin adalah kota asalnya atau tempat ia tinggal.
Di mana
Masreka
Wilayah Edom, dekat Petra
Kapan
~1250 SM
Sebelum kerajaan Israel
Yang berbicara
Penulis Tawarikh
Sejarawan imam, pasca-pembuangan
Kepada
Pembaca Yahudi
Komunitas yang kembali dari Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׂמְלָה
samlah · Samla
sebuah nama pribadi, mungkin berarti 'pakaian'
מַשְׂרֵקָה
masreqah · Masreka
nama tempat, mungkin 'kebun anggur'
מָלַךְ
malakh · memerintah
menjadi raja, bertahta
Kata 'memerintah' menekankan legitimasi raja. Nama tempat 'Masreka' mungkin berhubungan dengan anggur, menunjukkan kekayaan daerah itu.
Tahukah kamu
Masreka yang misterius
Masreka hanya disebut di sini dan di Kejadian 36:36. Tidak ada jejak arkeologis yang pasti, tetapi mungkin dekat dengan Petra.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 1:47
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 1:47
✕ Sering dikira
Samla adalah nama laki-laki.
✓ Yang sebenarnya
Benar, Samla adalah raja laki-laki.
✕ Sering dikira
Masreka adalah sebuah kerajaan.
✓ Yang sebenarnya
Masreka adalah kota, bukan kerajaan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 1:47
Tuhan mengenal setiap detail hidup kita, termasuk asal usul dan perjalanan kita. Kita tidak perlu merasa kecil atau hebat karena asal kita, karena Tuhan memakai kita justru dari tempat kita berada.
Tuhan, terima kasih Engkau mengenal aku dan memakainya apa adanya. Amin.