Hadad si penakluk Midian

1 Tawarikh 1:46

Daftar keturunan dan raja Edom

Setelah Husyam mati, Hadad, anak Bedad, yang mengalahkan orang Midian di daerah Moab, memerintah sebagai penggantinya. Nama kotanya adalah Awit.

1 Tawarikh 1:46 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 1:46?

Hadad anak Bedad menjadi raja setelah Husyam. Dia terkenal karena mengalahkan orang Midian di daerah Moab. Ini menunjukkan bahwa kekuatan militer dan kemenangan dalam pertempuran dianggap penting, dan nama Hadad dicatat karena prestasinya.

Latar belakang

Hadad, raja yang menang

Daftar raja Edom menunjukkan suksesi kepemimpinan. Hadad, anak Bedad, terkenal karena mengalahkan orang Midian di Moab. Kota Awit menjadi pusat pemerintahannya.

Di mana

Edom

Wilayah pegunungan Seir

Kapan

~1300 SM

Sebelum kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Kepemimpinan Musa
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan imam, pasca-pembuangan

P

Kepada

Pembaca Yahudi

Komunitas yang kembali dari Babel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָכָה

nakah · mengalahkan

memukul, menyerang, mengalahkan

מִדְיָן

midyan · Midian

keturunan Midian, suku gurun

מוֹאָב

mo'av · Moab

wilayah di timur Laut Mati

Kata 'mengalahkan' menunjukkan tindakan militer; Midian dan Moab adalah bangsa-bangsa yang sering menjadi musuh Israel. Ini menegaskan kuasa raja Edom di wilayah itu.

Tahukah kamu

Edom dan Midian

Orang Edom dan Midian sering berkonflik, tetapi kemenangan ini dicatat dalam sejarah Edom. Kota Awit tidak dikenal di tempat lain dalam Alkitab.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 1:46

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 1:46

✕  Sering dikira

Hadad adalah raja Israel.

✓  Yang sebenarnya

Hadad adalah raja Edom, bukan Israel.

✕  Sering dikira

Kota Awit terletak di Moab.

✓  Yang sebenarnya

Kota Awit tidak dijelaskan lokasinya; bisa di Edom.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 1:46

Prestasi dan pencapaian memang penting, tetapi jangan sampai itu menjadi ukuran harga diri kita. Kemenangan sejati datang dari Tuhan, dan kita harus tetap rendah hati di tengah keberhasilan.

Tuhan, ajar aku menghargai kerja keras dan kemenangan, tetapi tetap bersandar pada-Mu dalam segala hal. Amin.