Saul dari Rehobot
1 Tawarikh 1:48
Daftar raja Edom
“Setelah Samla mati, Saul dari Rehobot di tepi sungai, memerintah sebagai penggantinya.”1 Tawarikh 1:48 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah Samla mati, Saul, dari Rehobot-Sungai, menjadi raja menggantikan dia.”1 Tawarikh 1:48 · TB
Terjemahan Baru
“(1:43)”1 Tawarikh 1:48 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And when Samlah was dead, Shaul of Rehoboth by the river reigned in his stead.”1 Tawarikh 1:48 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 1:48?
Setelah Samla mati, Saul dari Rehobot, dekat sungai, memerintah. Ini adalah raja keempat dalam daftar. Nama Saul mirip dengan raja Israel pertama, tetapi ini orang yang berbeda. Ayat ini menunjukkan pergantian kekuasaan yang terus berlanjut.
Latar belakang
Saul dari Rehobot
Setelah Samla mati, Saul dari Rehobot menjadi raja Edom. Rehobot di tepi sungai mungkin adalah kota di wilayah Edom. Daftar ini mungkin menyimpan sejarah panjang.
Di mana
Rehobot
Kota di tepi sungai, mungkin di Edom
Kapan
~1200 SM
Sebelum kerajaan Israel
Yang berbicara
Penulis Tawarikh
Sejarawan imam, pasca-pembuangan
Kepada
Pembaca Yahudi
Komunitas yang kembali dari Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁאוּל
sha'ul · Saul
yang diminta, yang didoakan
רְחוֹבוֹת
rehovot · Rehobot
tempat yang luas, jalan-jalan
נָהָר
nahar · sungai
sungai besar, aliran air
Nama 'Saul' berarti 'yang diminta', sedang 'Rehobot' berarti 'tempat luas'. Gabungan ini bisa menunjukkan harapan akan kemakmuran dekat sungai.
Tahukah kamu
Nama Saul yang membingungkan
Saul di sini bukan raja Israel pertama yang terkenal. Ini Saul dari Edom, yang berbeda zaman dan wilayah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 1:48
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 1:48
✕ Sering dikira
Saul ini adalah raja Israel pertama.
✓ Yang sebenarnya
Ini Saul dari Edom, bukan raja Israel.
✕ Sering dikira
Rehobot terletak di Israel.
✓ Yang sebenarnya
Rehobot di sini kemungkinan di Edom, tidak di Israel.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 1:48
Setiap generasi punya pemimpinnya masing-masing. Kita dipanggil untuk menjadi terang dan garam di zaman kita, sambil terus belajar dari masa lalu dan melangkah maju dengan harapan.
Tuhan, jadikan aku pemimpin yang baik dalam lingkup pengaruhku, sekecil apapun itu. Amin.