Keinginan untuk Menjadi Seperti Bangsa Lain
1 Samuel 8:20
Israel Minta Raja, Samuel Memperingatkan
“Kami juga akan sama seperti semua bangsa lain. Raja akan menghakimi kami, memimpin kami, dan berperang dalam pertempuran kami.””1 Samuel 8:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."”1 Samuel 8:20 · TB
Terjemahan Baru
“Kami ingin serupa dengan bangsa-bangsa lain, raja kami harus memerintah kami dan memimpin kami dalam peperangan."”1 Samuel 8:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dengan demikian bangsa kita akan sama seperti bangsa-bangsa lain. Raja kami akan memerintah atas kami dan memimpin kami ketika terjadi perang.””1 Samuel 8:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“That we also may be like all the nations; and that our king may judge us, and go out before us, and fight our battles.”1 Samuel 8:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 8:20?
Orang Israel ingin menjadi sama seperti bangsa-bangsa lain, memiliki raja yang memimpin dan berperang untuk mereka. Mereka menolak kepemimpinan Tuhan dan ingin bergantung pada manusia, melupakan bahwa Tuhanlah yang seharusnya menjadi raja dan pelindung mereka.
Latar belakang
Alasan Mereka untuk Meminta Raja
Bangsa itu menyatakan keinginan mereka untuk menjadi sama seperti semua bangsa lain. Raja yang mereka minta adalah untuk menghakimi, memimpin, dan berperang bagi mereka, yang sebenarnya adalah peran Tuhan. Ini menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada pemeliharaan Tuhan dan keinginan untuk mendapatkan keamanan melalui kekuatan militer manusia.
Di mana
Rama
Di tengah pertemuan di Rama, setelah Samuel menyampaikan peringatan Tuhan.
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Bangsa Israel
Orang-orang Israel yang diwakili oleh tua-tua, berbicara kepada Samuel.
Kepada
Samuel
Hakim terakhir Israel, nabi yang mendengarkan Tuhan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כְּכֹל
kechol · sama seperti
Seperti, sesuai dengan, menekankan keserupaan.
שָׁפַט
shaphat · menghakimi
Memimpin, memberikan keadilan, dan membuat keputusan hukum.
יָצָא
yatsa · memimpin
Keluar, pergi, sering digunakan untuk pemimpin yang keluar memimpin pasukan.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa bangsa itu menginginkan seorang raja yang berfungsi seperti hakim (shaphat), pemimpin militer (yatsa), dan pejuang perang. Mereka ingin kepemimpinan yang terlihat dan pragmatis, bukan kepemimpinan ilahi yang tidak terlihat.
Tahukah kamu
Kalimat 'Seperti Semua Bangsa Lain'
Frasa "seperti semua bangsa lain" menunjukkan ironi karena Israel dipanggil untuk menjadi bangsa yang kudus dan berbeda dari bangsa lain. Mereka justru ingin menjadi serupa dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 8:20
Ulangan 17:14
Permintaan yang diramalkan
“Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, dan engkau telah memilikinya ... lalu berkata: Aku mau mengangkat raja atas diriku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku,”
1 Samuel 8:5
Pengulangan permintaan
“Sekarang, angkatlah raja bagi kami untuk memimpin kami sama seperti semua bangsa lainnya.”
Yesaya 26:13
Pengakuan salah tuan
“Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 8:20
✕ Sering dikira
Keinginan untuk memiliki raja adalah sah karena Tuhan telah meramalkannya dalam Ulangan.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun Tuhan meramalkan bahwa Israel akan minta raja, permintaan itu tetap salah karena motivasi mereka adalah menjadi seperti bangsa lain dan menolak Tuhan sebagai raja.
✕ Sering dikira
Bangsa itu hanya meminta pemimpin militer, bukan pemimpin agama, jadi tidak masalah.
✓ Yang sebenarnya
Raja yang mereka minta seharusnya mewakili Tuhan, tetapi mereka ingin raja yang menghakimi dan memimpin secara politik, yang merupakan peran Tuhan. Ini adalah penolakan terhadap otoritas Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 8:20
Kita sering tergoda untuk menjadi 'sama seperti dunia' dan mengandalkan kekuatan manusia daripada Tuhan. Renungkan apakah kita lebih mengandalkan Tuhan atau hal-hal duniawi dalam hidup kita.
Tuhan, ingatkan aku bahwa Engkaulah rajaku dan sumber kekuatanku, bukan hal-hal duniawi. Amin.