Bangsa Menolak Peringatan Samuel
1 Samuel 8:19
Israel Minta Raja, Samuel Memperingatkan
“Namun, bangsa itu menolak untuk mendengarkan perkataan Samuel. Mereka berkata, “Tidak! Seharusnya, ada raja atas kami.”1 Samuel 8:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami;”1 Samuel 8:19 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi bangsa itu tidak mau menghiraukan perkataan Samuel, malahan mereka berkata, "Biarlah! Bagaimanapun juga kami menginginkan raja.”1 Samuel 8:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi mereka yang hadir menolak peringatan Samuel. Mereka berkata, “Biarpun begitu kami tetap mau supaya seorang raja memerintah atas kami!”1 Samuel 8:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Nevertheless the people refused to obey the voice of Samuel; and they said, Nay; but we will have a king over us;”1 Samuel 8:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 8:19?
Bangsa Israel menolak peringatan Samuel tentang bahaya memiliki raja. Mereka bersikeras ingin memiliki raja seperti bangsa lain, meskipun Tuhan sudah memperingatkan mereka. Ini menunjukkan kedegilan hati mereka dan kurangnya kepercayaan kepada Tuhan sebagai raja mereka.
Latar belakang
Penolakan Terhadap Peringatan
Samuel telah menyampaikan peringatan keras dari Tuhan tentang hak-hak raja yang akan memerintah mereka, tetapi bangsa itu tetap bersikeras menolak untuk mendengarkan. Mereka dengan tegas berkata, "Tidak! Seharusnya, ada raja atas kami." Ini menunjukkan keinginan mereka yang kuat untuk menjadi seperti bangsa lain, meskipun Tuhan sudah memperingatkan konsekuensinya.
Di mana
Rama
Di kota Rama, tempat Samuel tinggal, saat pertemuan antara Samuel dan para tua-tua Israel.
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Pencerita/penulis 1 Samuel
Penulis naratif yang mencatat sejarah Israel, mungkin nabi atau imam.
Kepada
Pembaca kitab 1 Samuel
Komunitas Israel yang membaca dan merenungkan karya Tuhan dalam sejarah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַע
shama · mendengarkan
Mendengar dengan perhatian dan kepatuhan, bukan sekadar mendengar suara.
קוֹל
qol · perkataan
Suara atau perkataan yang didengar, sering kali bermakna otoritas.
מֶלֶךְ
melek · raja
Seorang pemimpin tertinggi yang memerintah, tetapi di sini bukan dari Tuhan.
Kata "mendengarkan" (shama) dan "perkataan" (qol) menekankan bahwa bangsa itu menolak untuk memperhatikan suara Tuhan dan Samuel. Mereka lebih memilih kata "raja" (melek) yang merupakan konsep kepemimpinan manusiawi, bukan kepemimpinan ilahi.
Tahukah kamu
Permintaan untuk Raja
Istilah "raja" di sini dalam bahasa Ibrani adalah "melek", yang juga digunakan untuk raja-raja bangsa-bangsa lain. Bangsa Israel menginginkan seorang raja yang terlihat seperti raja-raja di sekitar mereka, bukan teokrasi di mana Tuhan memimpin langsung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 8:19
1 Samuel 8:7
Menolak Tuhan sebagai raja
“Sebab, bukan kamu yang ditolak mereka, melainkan mereka menolak Aku sebagai raja mereka.”
1 Samuel 10:19
Penolakan Allah berlanjut
“Tetapi kamu sekarang menolak Allahmu yang menyelamatkan kamu dari segala malapetaka dan kesesakanmu.”
Hosea 13:11
Raja diberikan karena murka
“Aku memberikan kepadamu seorang raja dalam murka-Ku dan mengambilnya dalam kehangatan amarah-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 8:19
✕ Sering dikira
Bangsa itu ingin seorang raja karena mereka melihat raja-raja kafir lebih baik daripada pemerintahan Samuel yang korup.
✓ Yang sebenarnya
Motivasi mereka adalah untuk menjadi seperti bangsa lain, bukan karena pemerintahan Samuel buruk. Mereka menolak Tuhan sebagai raja.
✕ Sering dikira
Samuel adalah hakim yang gagal, jadi Tuhan setuju untuk menggantinya dengan raja.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan mengabulkan permintaan itu sebagai bentuk penghakiman, bukan karena Samuel gagal. Anak-anak Samuel memang korup, tetapi bangsa itu menolak Tuhan, bukan hanya Samuel.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 8:19
Seringkali kita juga keras kepala dan memaksakan kehendak, meski sudah diperingatkan. Cobalah untuk mendengarkan nasihat dan mempertimbangkan konsekuensinya sebelum mengambil keputusan besar.
Tuhan, ajar aku untuk tidak keras kepala dan mau mendengarkan peringatan-Mu sebelum mengambil keputusan. Amin.