Para panglima menolak Daud
1 Samuel 29:4
Daud Ditolak ke Medan Perang
PerikopDaud Tidak Datang · 1 Samuel 29:1-11 →“Para panglima orang Filistin itu marah kepadanya. Para panglima orang Filistin itu berkata kepadanya, “Kirimlah orang itu pulang supaya dia kembali ke tempat yang kautunjukkan kepadanya. Jangan biarkan dia pergi berperang bersama kita supaya dia jangan menjadi lawan kita dalam peperangan. Dengan apakah orang ini menyukakan hati tuannya kecuali memberi kepala dari orang-orang ini?””1 Samuel 29:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi para panglima orang Filistin itu menjadi marah kepadanya; serta berkata kepadanya: "Suruhlah orang itu pulang, supaya ia kembali ke tempat, yang kautunjukkan kepadanya, dan janganlah ia pergi berperang, bersama-sama dengan kita, supaya jangan ia menjadi lawan kita dalam peperangan. Sebab dengan apakah orang ini dapat menyukakan hati tuannya, kecuali dengan memberi kepala-kepala orang-orang ini?”1 Samuel 29:4 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi para panglima Filistin itu marah kepada Akhis dan berkata kepadanya, "Suruh orang itu pulang ke kota yang telah kauberikan kepadanya. Ia tidak boleh berperang bersama-sama dengan kita; jangan-jangan dia mengkhianati kita nanti di tengah-tengah pertempuran. Bukankah ini kesempatan yang paling baik baginya untuk mengambil hati rajanya dengan jalan membunuh anak buah kita?”1 Samuel 29:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi mereka menjadi marah kepada Akis dan berkata kepadanya, “Suruhlah dia kembali ke tempat yang kamu berikan kepadanya! Dia tidak boleh ikut dalam pertempuran bersama kita. Jangan sampai dia berbalik menjadi lawan kita. Imbalan yang pasti akan menyenangkan tuannya yang pertama adalah kepala-kepala yang dipenggal dari pasukan kita!”1 Samuel 29:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the princes of the Philistines were wroth with him; and the princes of the Philistines said unto him, Make this fellow return, that he may go again to his place which thou hast appointed him, and let him not go down with us to battle, lest in the battle he be an adversary to us: for wherewith should he reconcile himself unto his master? should it not be with the heads of these men?”1 Samuel 29:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 29:4?
Para panglima Filistin marah terhadap usul Akhis untuk membiarkan Daud ikut berperang. Mereka berpendapat bahwa Daud dapat berbalik melawan mereka dan memenangkan hati tuannya (Saul) dengan memenggal kepala mereka.
Latar belakang
Kecemasan para panglima
Para panglima Filistin marah kepada Akhis karena ia membawa Daud dan pasukannya ke medan perang melawan Israel. Mereka khawatir Daud akan berbalik melawan mereka. Mereka menuntut Akhis menyuruh Daud pulang.
Di mana
Afek
di perkemahan militer, sebelum berangkat perang
Kapan
~1010 SM
Masa hakim-hakim
Yang berbicara
Para panglima Filistin
pemimpin militer Filistin, berpengalaman
Kepada
Akhis
raja kota Gat, sekutu Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּקְצְפוּ
vay-yik-tze-fu · marah
menjadi sangat marah, panas
לְשָׂטָן
le-sa-tan · lawan
musuh, penentang
לַמִּלְחָמָה
lam-mil-cha-mah · berperang
pertempuran, perang
Ketiganya menunjukkan ketakutan dan kemarahan yang kuat: para panglima tidak hanya menolak Daud, tetapi melihatnya sebagai 'setan' (lawan) yang bisa menghancurkan mereka dalam perang.
Tahukah kamu
Mengapa mereka takut?
Para panglima mengingat nyanyian kemenangan Daud atas Saul, bahwa Daud membunuh 'berpuluh-puluh ribu'. Ini menunjukkan reputasi Daud sebagai pejuang hebat yang dikenal di seluruh negeri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 29:4
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 29:4
✕ Sering dikira
Mengira para panglima benci Daud secara pribadi.
✓ Yang sebenarnya
Mereka takut Daud akan mengkhianati mereka demi menyenangkan Saul.
✕ Sering dikira
Mengira Akhis sungguh ingin Daud berperang.
✓ Yang sebenarnya
Akhis sendiri ragu, dan akhirnya tunduk pada tekanan para panglima.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 29:4
Kecurigaan dan ketakutan orang lain dapat menghalangi rencana baik yang ingin kita lakukan. Kita perlu bijak dalam memilih medan perjuangan dan tidak memaksakan diri ketika Tuhan menutup pintu.
Allah, ajarilah aku menerima penolakan dengan bijak dan percaya bahwa Engkau punya rencana yang lebih baik. Amin.