Hati Daud berdebar

1 Samuel 24:5

Daud Mengampuni Saul di Gua En-Gedi

(24-6) Sesudah itu, hati Daud menjadi berdebar-debar, sebab dia sudah memotong ujung jubah kepunyaan Saul.

1 Samuel 24:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 24:5?

Setelah memotong ujung jubah Saul, hati Daud berdebar-debar (hati nuraninya terganggu). Ia merasa bersalah karena menghormati Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan, bahkan tindakan kecil seperti memotong jubah pun dianggap tidak pantas.

Latar belakang

Hati Nurani yang Menyala

Setelah bertindak impulsif memotong jubah Saul, Daud langsung merasa bersalah. Hatinya berdebar-debar karena ia sadar telah melecehkan orang yang diurapi Tuhan, meski hanya pada pakaiannya.

Di mana

Gua En-Gedi, dekat Laut Mati

Masih di dalam gua, setelah memotong jubah

Kapan

~1000 SM

Zaman Raja Saul dan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Potong ujung jubah
Daud menegur orang-orangnya
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis yang mencatat gejolak batin Daud

P

Kepada

Pembaca

Mereka yang bergumul dengan hati nurani

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָכָה

nakah · berdebar-debar

memukul, menyerang; di sini gambaran jantung berdebar

לֵב

lev · hati

hati, pusat emosi dan pikiran

דָּוִד

David · Daud

nama yang berarti 'yang dikasihi'

Hati yang 'memukul' menunjukkan bahwa suara hati nurani bagaikan pukulan yang menyadarkan. Kata 'lev' mengingatkan bahwa keputusan Daud berasal dari dalam dirinya, bukan sekadar reaksi luar.

Tahukah kamu

Bahasa Ibrani: 'hati memukul'

Frasa 'hati Daud berdebar' dalam bahasa Ibrani adalah 'wayyakk lev Dawid', secara harfiah 'hati Daud memukulnya' — gambaran yang kuat dari perasaan bersalah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 24:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 24:5

✕  Sering dikira

Daud takut karena Saul mungkin membalas, bukan karena bersalah.

✓  Yang sebenarnya

Teks menekankan rasa bersalah moral karena menghina orang yang diurapi Tuhan.

✕  Sering dikira

Hati berdebar hanya reaksi emosi biasa.

✓  Yang sebenarnya

Ini gambaran rasa bersalah yang dalam dan kesadaran akan kesalahan yang diperbuat.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 24:5

Hati nurani yang peka adalah anugerah. Daud bisa saja mengabaikan perasaan bersalahnya, tetapi ia mendengarkan suara hati tersebut. Ketika kita melakukan sesuatu yang sedikit salah, seberapa peka kita merasakannya? Mari belajar untuk tidak mengabaikan peringatan dalam hati.

Tuhan, mampukan saya untuk peka terhadap teguran Roh-Mu, dan segera bertobat ketika saya berbuat salah. Amin.