Saul menangis mendengar Daud

1 Samuel 24:17

Daud Mengampuni Saul

“(24-18) Katanya kepada Daud, “Kamu lebih benar dariku, sebab kamu melakukan yang baik kepadaku padahal aku memperlakukanmu dengan tidak baik.”

1 Samuel 24:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 24:17?

Saul mengakui bahwa Daud lebih benar darinya. Ia menangis dan mengakui bahwa Daud telah berbuat baik kepadanya, sementara ia memperlakukan Daud dengan jahat. Ini adalah momen penyesalan dan pengakuan Saul atas kesalahannya.

Latar belakang

Saul mengenali suara Daud dan menangis

Setelah mendengar perkataan Daud, Saul bertanya, 'Suaramukah itu, anakku Daud?' lalu menangis dengan nyaring. Ini momen emosional di mana Saul menyadari kebaikan Daud.

Di mana

Padang Gurun En-Gedi

Di dekat gua, di tepi jalan

Kapan

~1010 SM

Zaman Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud berseru dari gua
Saul mengakui Daud lebih benar
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Saul

Raja Israel pertama, cemburu pada Daud

D

Kepada

Daud

Gembala muda yang diurapi, ~30 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קוֹלְךָ

kolka · suaramu

suaramu, ekspresi pengenalan

בְּנִי

beni · anakku

anakku, panggilan sayang

בְּכִי

bekhi · menangis

menangis, luapan emosi

Pengakuan Saul dan tangisnya menunjukkan penyesalan, tetapi belum tentu perubahan hati yang permanen.

Tahukah kamu

Saul memanggil Daud 'anakku'

Meski Saul pernah mencoba membunuh Daud, di sini ia memanggilnya 'anakku', menunjukkan hubungan yang rumit.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 24:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 24:17

✕  Sering dikira

Tangisan Saul berarti ia bertobat sepenuhnya.

✓  Yang sebenarnya

Tangisan Saul hanya penyesalan sesaat, tidak mengubah tindakannya.

✕  Sering dikira

Saul tidak pernah menyebut Daud anaknya.

✓  Yang sebenarnya

Saul memanggil Daud 'anakku' beberapa kali.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 24:17

Ketika kita menyadari kesalahan kita, penting untuk mengakui dan menyesalinya dengan tulus. Pengakuan seperti ini dapat memulihkan hubungan dan membuka jalan untuk damai, seperti yang terjadi antara Saul dan Daud.

Tuhan, berikan aku keberanian untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada mereka yang telah kusakiti. Amin.