Tuhan Mengecam Eli
1 Samuel 2:29
Nyanyian Hana dan Dosa Keluarga Eli
PerikopNubuat tentang Keluarga Eli · 1 Samuel 2:27-36 →“Mengapa kamu memandang rendah kurban persembahan-Ku dan kurban sajian-Ku yang telah Kuperintahkan di tempat kediaman-Ku? Mengapa kamu menghormati anak-anakmu melebihi Aku, dengan menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap kurban sajian umat-Ku Israel?’””1 Samuel 2:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan- Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?”1 Samuel 2:29 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, mengapa engkau masih serakah melihat kurban-kurban yang sesuai dengan perintah-Ku, dipersembahkan bangsa-Ku kepada-Ku? Mengapa engkau Eli, lebih menghormati anak-anakmu daripada menghormati Aku, dan membiarkan mereka menggemukkan dirinya dengan bagian yang terbaik dari setiap persembahan bangsa-Ku kepada-Ku?”1 Samuel 2:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi mengapa kamu dan anak-anakmu memandang rendah kurban dan persembahan yang diberikan bagi-Ku? Kamu lebih menghormati anak-anakmu daripada menghormati Aku, dan membuat dirimu gemuk dengan mengambil bagian terbaik dari seluruh persembahan yang dibawa oleh umat-Ku orang Israel.’”1 Samuel 2:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Wherefore kick ye at my sacrifice and at mine offering, which I have commanded in my habitation; and honourest thy sons above me, to make yourselves fat with the chiefest of all the offerings of Israel my people?”1 Samuel 2:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 2:29?
Allah menegur Eli karena menghormati anak-anaknya lebih dari pada Allah, dengan membiarkan mereka mengambil bagian terbaik dari kurban. Ini menunjukkan bahwa Allah menuntut kesetiaan dan tidak menerima penghormatan yang setengah hati.
Latar belakang
Tuhan Menanyakan Motif Eli
Tuhan menegur Eli karena ia dan anak-anaknya memandang rendah kurban persembahan dan lebih menghormati anak-anaknya daripada Tuhan. Mereka mengambil bagian terbaik dari kurban untuk diri sendiri, menunjukkan keserakahan dan ketidaktaatan.
Di mana
Silo
Di tempat kediaman Tuhan, dekat tabut
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Abdi Allah
Utusan Tuhan yang tidak disebutkan namanya
Kepada
Eli
Imam besar Israel yang sudah tua
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בּוֹז
boz · memandang rendah
menghina, menganggap hina
כָּבֵד
kaved · menghormati
menghormati, memuliakan, membuat berat
תְּדַשְּׁנוּ
tedashnu · menggemukkan
membuat gemuk, mengambil lemak untuk diri sendiri
Kata 'memandang rendah' berlawanan dengan 'menghormati'. Eli dan anaknya memilih untuk menghormati diri sendiri dan mengambil bagian yang gemuk, padahal seharusnya mereka memuliakan Tuhan dengan memberikan yang terbaik.
Tahukah kamu
Kurban yang dihina
Dalam budaya Israel, lemak adalah bagian yang khusus untuk Tuhan dalam kurban bakaran. Dengan mengambil daging mentah sebelum lemak dibakar, anak Eli benar-benar meremehkan perintah Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 2:29
Maleakhi 1:6
Menghina Tuhan
“Jika Aku ini Bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku?”
1 Samuel 2:17
Dosa anak Eli
“Demikianlah dosa orang-orang muda itu sangat besar di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang hina kurban persembahan untuk TUHAN.”
Amsal 3:9
Menghormati Tuhan
“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama segala penghasilanmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 2:29
✕ Sering dikira
Tuhan marah karena persembahan yang salah
✓ Yang sebenarnya
Tuhan marah karena sikap hati yang meremehkan ibadah dan mengutamakan diri sendiri.
✕ Sering dikira
Eli juga ikut mengambil persembahan
✓ Yang sebenarnya
Teguran ini terutama ditujukan kepada Eli karena ia membiarkan anak-anaknya berbuat dosa dan tidak menegur mereka.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 2:29
Jangan biarkan kasih sayang kepada orang terdekat membuat kita mengabaikan perintah Tuhan. Kita harus tegas dalam kebenaran, bahkan kepada keluarga sendiri, dan selalu mendahulukan hormat kepada Allah.
Tuhan, ampunilah jika aku sering lebih menghormati manusia daripada Engkau. Mampukan aku untuk tetap setia kepada-Mu. Amin.