Hormat kepada Tuhan sebagai Bapa
Maleakhi 1:6
Tuhan Bertanya: Di Mana Hormat-Ku?
““‘Seorang anak laki-laki menghormati ayahnya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku adalah Bapa, di manakah hormatmu terhadap-Ku? Jika Aku adalah Tuan, di manakah takutmu terhadap-Ku,’ firman TUHAN semesta alam, ‘hai para imam yang telah menghina nama-Ku?’ Namun, kamu bertanya, ‘Dalam hal apa kami telah menghina nama-Mu?’”Maleakhi 1:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"”Maleakhi 1:6 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN Yang Mahakuasa berkata kepada para imam, "Seorang anak menghormati bapaknya, dan seorang pelayan menghormati tuannya. Aku ini Bapakmu; mengapa kamu tidak menghormati Aku? Aku ini majikanmu; mengapa kamu tidak takut kepada-Ku? Kamu menghina Aku, tetapi kamu bertanya, 'Dengan cara bagaimana kami menghina Engkau?'”Maleakhi 1:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Aku, TUHAN Panglima Semesta, menegur para imam: Seorang anak tahu menghormati ayahnya, dan seorang budak pun menghormati tuannya. Tetapi kalian tidak menghormati Aku, padahal Aku ini seperti bapa dan tuan atas kalian. Sebaliknya, kalian justru menghina Aku! Tetapi kalian membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah menghina Engkau!’”Maleakhi 1:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“A son honoureth his father, and a servant his master: if then I be a father, where is mine honour? and if I be a master, where is my fear? saith the LORD of hosts unto you, O priests, that despise my name. And ye say, Wherein have we despised thy name?”Maleakhi 1:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Maleakhi 1:6?
Allah mempertanyakan para imam: jika Dia adalah Bapa dan Tuan, di manakah hormat dan takut mereka? Namun, mereka bertanya bagaimana mereka telah menghina nama-Nya, menunjukkan ketidaksadaran akan pelanggaran mereka.
Latar belakang
Tuhan Menuntut Hormat yang Tidak Diberikan
Tuhan menegur para imam karena mereka menghina nama-Nya. Dia menggunakan hubungan ayah-anak dan tuan-hamba untuk menunjukkan bahwa mereka seharusnya menghormati dan takut kepada-Nya, tetapi mereka gagal melakukannya.
Di mana
Yerusalem
Di Bait Suci, tempat para imam melayani
Kapan
~430 SM
Zaman Perjanjian Lama, Setelah Pembuangan
Yang berbicara
Tuhan (TUHAN semesta alam)
Penguasa alam semesta, Bapa Israel
Kepada
Para Imam
Pemimpin ibadah yang bertugas di Bait Suci
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כָּבַד
kabad · menghormati
Memberi bobot, menghargai, memuliakan.
יָרֵא
yare · takut
Rasa hormat yang dalam, takut kagum.
בָּזָה
bazah · menghina
Meremehkan, menganggap rendah.
Ketiga kata ini menunjukkan kontras: 'kabad' (hormat) dan 'yare' (takut) seharusnya diberikan, tetapi mereka memilih 'bazah' (menghina). Menghormati Tuhan berarti mengakui bobot-Nya, bukan meremehkan perintah-Nya.
Tahukah kamu
Pertanyaan Retoris
Frasa 'di manakah hormatmu' adalah pertanyaan retoris yang kuat, menyiratkan bahwa seharusnya sudah jelas, tetapi mereka telah melupakannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 1:6
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Maleakhi 1:6
✕ Sering dikira
Menganggap Tuhan hanya menuntut ketakutan yang menakutkan.
✓ Yang sebenarnya
'Takut' di sini adalah rasa hormat yang penuh kagum, bukan teror yang membuat lari.
✕ Sering dikira
Mengira teguran ini hanya untuk para imam di zaman dulu.
✓ Yang sebenarnya
Prinsip menghormati Tuhan berlaku bagi semua orang percaya setiap zaman.
Renungan
Renungan Singkat Maleakhi 1:6
Kita mungkin tidak menyadari saat kita menghina Tuhan dalam ibadah atau pelayanan. Mari introspeksi: apakah kita menghormati Dia dalam sikap, perkataan, dan perbuatan kita sehari-hari?
Bapa, ampunilah jika selama ini aku kurang menghormati-Mu. Ajari aku untuk hidup dengan takut akan Engkau dan memberi yang terbaik dalam segala hal. Amin.