Hormat kepada Tuhan sebagai Bapa

Maleakhi 1:6

Tuhan Bertanya: Di Mana Hormat-Ku?

“‘Seorang anak laki-laki menghormati ayahnya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku adalah Bapa, di manakah hormatmu terhadap-Ku? Jika Aku adalah Tuan, di manakah takutmu terhadap-Ku,’ firman TUHAN semesta alam, ‘hai para imam yang telah menghina nama-Ku?’ Namun, kamu bertanya, ‘Dalam hal apa kami telah menghina nama-Mu?’

Maleakhi 1:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Maleakhi 1:6?

Allah mempertanyakan para imam: jika Dia adalah Bapa dan Tuan, di manakah hormat dan takut mereka? Namun, mereka bertanya bagaimana mereka telah menghina nama-Nya, menunjukkan ketidaksadaran akan pelanggaran mereka.

Latar belakang

Tuhan Menuntut Hormat yang Tidak Diberikan

Tuhan menegur para imam karena mereka menghina nama-Nya. Dia menggunakan hubungan ayah-anak dan tuan-hamba untuk menunjukkan bahwa mereka seharusnya menghormati dan takut kepada-Nya, tetapi mereka gagal melakukannya.

Di mana

Yerusalem

Di Bait Suci, tempat para imam melayani

Kapan

~430 SM

Zaman Perjanjian Lama, Setelah Pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kembali dari pembuangan
Kedatangan Yohanes Pembaptis
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan (TUHAN semesta alam)

Penguasa alam semesta, Bapa Israel

P

Kepada

Para Imam

Pemimpin ibadah yang bertugas di Bait Suci

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּבַד

kabad · menghormati

Memberi bobot, menghargai, memuliakan.

יָרֵא

yare · takut

Rasa hormat yang dalam, takut kagum.

בָּזָה

bazah · menghina

Meremehkan, menganggap rendah.

Ketiga kata ini menunjukkan kontras: 'kabad' (hormat) dan 'yare' (takut) seharusnya diberikan, tetapi mereka memilih 'bazah' (menghina). Menghormati Tuhan berarti mengakui bobot-Nya, bukan meremehkan perintah-Nya.

Tahukah kamu

Pertanyaan Retoris

Frasa 'di manakah hormatmu' adalah pertanyaan retoris yang kuat, menyiratkan bahwa seharusnya sudah jelas, tetapi mereka telah melupakannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 1:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Maleakhi 1:6

✕  Sering dikira

Menganggap Tuhan hanya menuntut ketakutan yang menakutkan.

✓  Yang sebenarnya

'Takut' di sini adalah rasa hormat yang penuh kagum, bukan teror yang membuat lari.

✕  Sering dikira

Mengira teguran ini hanya untuk para imam di zaman dulu.

✓  Yang sebenarnya

Prinsip menghormati Tuhan berlaku bagi semua orang percaya setiap zaman.

Renungan

Renungan Singkat Maleakhi 1:6

Kita mungkin tidak menyadari saat kita menghina Tuhan dalam ibadah atau pelayanan. Mari introspeksi: apakah kita menghormati Dia dalam sikap, perkataan, dan perbuatan kita sehari-hari?

Bapa, ampunilah jika selama ini aku kurang menghormati-Mu. Ajari aku untuk hidup dengan takut akan Engkau dan memberi yang terbaik dalam segala hal. Amin.