Tuhan Mengingatkan Eli
1 Samuel 2:28
Nyanyian Hana dan Dosa Keluarga Eli
PerikopNubuat tentang Keluarga Eli · 1 Samuel 2:27-36 →“Aku memilih mereka dari seluruh suku Israel untuk menjadi imam bagi-Ku, untuk mempersembahkan kurban di atas mazbah-Ku, membakar ukupan, dan memakai baju efod di hadapan-Ku. Dan, Aku telah menyerahkan segala kurban bakaran orang Israel kepada nenek moyangmu.”1 Samuel 2:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan Aku telah memilihnya dari segala suku Israel menjadi imam bagi-Ku, supaya ia mempersembahkan korban di atas mezbah-Ku, membakar ukupan dan memakai baju efod di hadapan-Ku; kepada kaummu telah Kuserahkan segala korban api-apian orang Israel.”1 Samuel 2:28 · TB
Terjemahan Baru
“Dari segala suku Israel telah Kupilih keluarganya menjadi imam-Ku, untuk melayani di mezbah, membakar dupa, dan memakai baju efod jika berbicara dengan-Ku. Dan kepada mereka serta keturunan mereka telah Kuberi hak untuk mengambil sebagian dari kurban persembahan yang dibakar di mezbah.”1 Samuel 2:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku memilih Harun dari antara seluruh suku Israel untuk menjadi imam-Ku yang pertama untuk mempersembahkan kurban di mezbah-Ku, membakar dupa, dan mengenakan baju efod di hadapan-Ku. Dan kepada kalian, keturunannya, Aku sudah berikan pelayanan khusus untuk mempersembahkan seluruh kurban bakaran yang diberikan oleh umat Israel.”1 Samuel 2:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And did I choose him out of all the tribes of Israel to be my priest, to offer upon mine altar, to burn incense, to wear an ephod before me? and did I give unto the house of thy father all the offerings made by fire of the children of Israel?”1 Samuel 2:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 2:28?
Ayat ini mengulangi pilihan Allah atas keluarga Eli untuk menjadi imam, dengan tugas mempersembahkan kurban, membakar ukupan, dan memakai efod. Ini menekankan hak istimewa dan kewajiban yang diberikan Allah, yang harus dijalankan dengan hormat.
Latar belakang
Tuhan Menegur Eli
Seorang abdi Allah datang kepada Eli untuk menyampaikan firman Tuhan. Tuhan mengingatkan bahwa Dia telah memilih nenek moyang Eli dari suku Lewi untuk menjadi imam, tetapi Eli dan anak-anaknya telah menyalahgunakan kehormatan itu.
Di mana
Silo
Di tempat kediaman Tuhan, kemungkinan di dekat tabut
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Abdi Allah
Utusan Tuhan yang tidak disebutkan namanya
Kepada
Eli
Imam besar Israel yang sudah tua
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּחַר
bachar · memilih
memilih, memilih secara khusus
כֹּהֵן
kohen · imam
imam, pelayan Tuhan
הַעֲלוֹת
ha'alot · mempersembahkan
membawa naik, mempersembahkan kurban bakaran
Tuhan menekankan bahwa menjadi imam adalah pilihan istimewa, bukan hak yang bisa disalahgunakan. Kata 'memilih' menunjukkan inisiatif Tuhan, sementara 'imam' dan 'mempersembahkan' mengingatkan tugas kudus yang harus dihormati.
Tahukah kamu
Nenek moyang yang dimaksud
Nenek moyang yang dimaksud mungkin adalah Harun, kakak Musa, yang diangkat sebagai imam pertama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 2:28
Keluaran 28:1
Panggilan Harun
“Engkau harus menyuruh Harun, kakakmu, dan anak-anaknya datang kepadamu dari tengah-tengah orang Israel, supaya mereka melayani Aku sebagai imam.”
Ulangan 18:5
Pilihan Allah
“Sebab TUHAN, Allahmu, telah memilih dia dari antara semua sukumu, supaya ia berdiri melayani nama TUHAN, dia dan anak-anaknya untuk selamanya.”
Ibrani 5:4
Panggilan ilahi
“Dan tidak seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil oleh Allah, seperti yang terjadi dengan Harun.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 2:28
✕ Sering dikira
Tuhan menyesal telah memilih keluarga Eli
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menegaskan pilihan-Nya, tetapi juga menyatakan konsekuensi dari ketidaksetiaan.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang sejarah masa lalu
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah teguran langsung kepada Eli atas penyalahgunaan jabatan imam.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 2:28
Setiap kita punya panggilan khusus dari Tuhan. Jangan sia-siakan kesempatan melayani-Nya. Lakukan tugas kita dengan sepenuh hati, karena itu adalah kehormatan dari Allah.
Ya Tuhan, aku bersyukur untuk panggilan-Mu. Ajari aku melayani-Mu dengan penuh hormat dan kasih. Amin.