Saul memerintahkan penyelidikan

1 Samuel 17:56

Daud dan Goliat: Pertarungan Iman

Raja berkata, “Tanyakanlah, anak siapakah pemuda itu.”

1 Samuel 17:56 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 17:56?

Saul memerintahkan Abner untuk mencari tahu siapa ayah Daud. Ini menunjukkan bahwa Saul sangat ingin tahu latar belakang Daud, mungkin karena penasaran dengan pemuda pemberani ini atau untuk kepentingan politik.

Latar belakang

Perintah untuk Menyelidiki

Saul memerintahkan Abner untuk mencari tahu siapa ayah Daud, karena ia penasaran dan mungkin ingin memberi hadiah. Ini menunjukkan Saul tidak tahu latar belakang Daud.

Di mana

Lembah Tarbantin

Medan perang, sebelum Daud kembali dengan kepala Goliat

Kapan

~1010 SM

Masa para hakim dan kerajaan bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Saul bertanya pada Abner
Daud dibawa menghadap Saul
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Saul

Raja Israel pertama, masih berkuasa, mulai iri pada Daud.

A

Kepada

Abner

Panglima tentara Israel, keponakan Saul.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שְׁאַל

she'al · tanyakanlah

bertanya, meminta informasi.

בֶּן

ben · anak

anak laki-laki, keturunan.

נַעַר

na'ar · pemuda

pemuda, pelayan.

Kata 'tanyakanlah' menunjukkan keinginan Saul untuk mengetahui asal-usul Daud, penting untuk menentukan status sosial dan imbalan.

Tahukah kamu

Abner yang Tahu?

Abner mungkin tahu Daud, tetapi tidak menjawab langsung, sehingga Saul harus memerintahkannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 17:56

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 17:56

✕  Sering dikira

Saul lupa siapa Daud karena pikun.

✓  Yang sebenarnya

Saul mungkin tidak mengenal Daud secara pribadi, karena Daud hanya pelayan biasa.

✕  Sering dikira

Ini menunjukkan Daud kurang terkenal.

✓  Yang sebenarnya

Daud terkenal sebagai pahlawan, tapi identitas keluarganya belum diketahui Saul.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 17:56

Rasa ingin tahu bisa menjadi hal yang baik jika diarahkan untuk membangun hubungan, bukan untuk kepentingan diri. Mari gunakan keingintahuan kita untuk memahami orang lain dengan lebih baik.

Ya Tuhan, berikan aku hati yang ingin mengenal orang lain dengan tulus, bukan untuk kepentingan pribadi. Amin.