Daud di hadapan Saul

1 Samuel 17:57

Daud dan Goliat: Pertarungan Iman

Ketika Daud kembali setelah mengalahkan orang Filistin itu, Abner pun memanggilnya dan membawanya menghadap Saul, sementara kepala orang Filistin itu di tangannya.

1 Samuel 17:57 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 17:57?

Setelah Daud mengalahkan Goliat, Abner membawanya menghadap Saul sambil membawa kepala Goliat sebagai bukti kemenangan. Ini momen di mana Daud diperkenalkan secara resmi kepada raja setelah prestasinya.

Latar belakang

Kembali dengan Bukti

Daud kembali dari pertempuran dengan membawa kepala Goliat, lalu Abner membawanya menghadap Saul. Ini adalah momen kemenangan dan pengenalan resmi.

Di mana

Lembah Tarbantin

Medan perang, setelah Daud membunuh Goliat

Kapan

~1010 SM

Masa para hakim dan kerajaan bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud memenggal kepala Goliat
Saul bertanya langsung pada Daud
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Samuel, menceritakan sejarah Israel.

P

Kepada

Pembaca

Orang Israel dan semua pembaca Alkitab.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רֹאשׁ

rosh · kepala

kepala, bagian atas, pemimpin.

יָדוֹ

yado · tangannya

tangannya, kekuatan.

אַבְנֵר

Abner · Abner

bapa adalah pelita; panglima Saul.

Kepala Goliat di tangan Daud menjadi simbol kemenangan dan bukti bahwa TUHAN menyertainya.

Tahukah kamu

Kepala sebagai Bukti

Membawa kepala musuh adalah praktik umum untuk menunjukkan kemenangan di zaman kuno.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 17:57

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 17:57

✕  Sering dikira

Daud membawa kepala Goliat ke Yerusalem sebelum Yerusalem direbut.

✓  Yang sebenarnya

Yerusalem saat itu mungkin sudah ada pemukiman, tapi belum menjadi ibu kota Israel.

✕  Sering dikira

Saul dan Daud tidak pernah bertemu sebelumnya.

✓  Yang sebenarnya

Mereka bertemu sekarang, dan Saul akhirnya tahu siapa Daud.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 17:57

Kemenangan yang kita raih seharusnya membawa kita lebih dekat kepada orang-orang yang memimpin kita. Jangan sombong, tetapi gunakan momentum untuk membangun hubungan yang baik.

Tuhan, dalam setiap keberhasilanku, ingatkan aku untuk tetap rendah hati dan menghormati mereka yang di atasku. Amin.