Sumpah Saul Menjerat Anaknya
1 Samuel 14:39
Kemenangan yang Dibayar Mahal
PerikopSaul Membuat Kesalahan yang Lain · 1 Samuel 14:24-46 →“Sebab, demi TUHAN yang hidup, yang menyelamatkan orang Israel, walaupun hal itu disebabkan oleh Yonatan, anakku, dia pasti dihukum mati.” Akan tetapi, tidak seorang pun dari seluruh rakyat menjawab dia.”1 Samuel 14:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab demi TUHAN yang hidup, yang menyelamatkan orang Israel, sekalipun itu disebabkan oleh Yonatan, anakku, maka ia pasti akan mati." Tetapi seorangpun dari seluruh rakyat tidak ada yang menjawabnya.”1 Samuel 14:39 · TB
Terjemahan Baru
“Aku berjanji demi TUHAN yang hidup, yang telah memberikan kemenangan kepada Israel, bahwa orang yang bersalah akan dihukum mati, meskipun dia adalah Yonatan putraku." Tetapi tak seorang pun berani menjawabnya.”1 Samuel 14:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di hadapan TUHAN yang hidup, yang selalu menyelamatkan Israel, saya bersumpah bahwa orang yang melakukan dosa akan dihukum mati, biarpun itu ternyata anak saya sendiri!” Tetapi tidak seorang pun dari para tentara itu yang menjawabnya.”1 Samuel 14:39 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For, as the LORD liveth, which saveth Israel, though it be in Jonathan my son, he shall surely die. But there was not a man among all the people that answered him.”1 Samuel 14:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 14:39?
Saul bersumpah demi Tuhan yang hidup, bahwa meskipun dosa itu dilakukan oleh Yonatan sekalipun, ia harus mati. Ini menunjukkan keseriusan Saul dalam menanggapi dosa, tetapi juga kefanatikan yang bisa berakibat fatal. Sayangnya, dia tidak tahu bahwa pelakunya adalah anaknya sendiri.
Latar belakang
Sumpah yang Mengikat
Saul bersumpah demi nama Tuhan bahwa pelaku dosa akan dihukum mati, tanpa menyadari bahwa itu bisa jadi Yonatan. Ini menunjukkan bagaimana keputusan gegabah bisa berakibat fatal.
Di mana
Mikhmas dan sekitarnya
Di tengah medan perang, setelah kemenangan atas Filistin
Kapan
~1010 SM
Zaman Hakim-hakim dan Raja Saul
Yang berbicara
Saul
Raja Israel pertama, terjebak dalam sumpahnya sendiri
Kepada
Seluruh rakyat Israel
Para tentara dan rakyat yang menyaksikan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מוּת
mut · mati
Mati, dihukum mati
יָשַׁע
yasha · menyelamatkan
Menyelamatkan, memberikan kemenangan
בְּנִי
beni · anakku
Anakku, panggilan sayang
Saul mengaitkan 'menyelamatkan' (yasha) dengan hukuman mati (mut), menunjukkan ironi: Tuhan menyelamatkan Israel melalui Yonatan, tetapi Saul ingin menghukumnya. Ini mengingatkan bahwa kemenangan sejati datang dari Tuhan, bukan dari keputusan manusia.
Tahukah kamu
Sumpah di Zaman Alkitab
Sumpah dianggap sangat sakral dan tidak bisa dibatalkan, bahkan jika itu merugikan. Ini membuat Saul berada dalam dilema ketika tahu Yonatan yang bersalah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 14:39
Ulangan 23:21
Nazar harus ditepati
“Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda membayarnya, sebab TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, dan hal itu akan menjadi dosa bagimu.”
Pengkhotbah 5:4
Tepatilah nazar
“Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah apa yang kaunazarkan.”
Amsal 20:25
Nazar gegabah
“Suatu jerat bagi manusia, kalau ia sembrono mengatakan 'Kudus' dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 14:39
✕ Sering dikira
Saul benar karena Tuhan menyuruhnya membunuh Yonatan.
✓ Yang sebenarnya
Sumpah itu gegabah, dan Tuhan tidak pernah memerintahkan membunuh orang yang tidak bersalah. Rakyat akhirnya menyelamatkan Yonatan.
✕ Sering dikira
Kematian Yonatan adalah kehendak Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Yonatan dipakai Tuhan untuk memberi kemenangan, dan kematiannya bukanlah kehendak Tuhan, melainkan akibat sumpah bodoh Saul.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 14:39
Kita perlu serius terhadap dosa, tetapi juga harus bijaksana dalam mengambil keputusan. Jangan terburu-buru mengucapkan sumpah atau janji yang bisa merugikan orang lain, terutama yang kita kasihi.
Tuhan, berilah kami hikmat untuk membedakan keadilan dan belas kasihan, agar tidak menjadi kaku dan kejam. Amin.