Nazar di Rumah Allah
Pengkhotbah 5:4
Jangan Sembarangan Berjanji kepada Allah
“(5-3) Ketika kamu menazarkan suatu nazar kepada Allah, jangan menunda menepatinya. Sebab, Dia tidak suka kepada orang-orang bodoh. Tepati yang telah kamu janjikan.”Pengkhotbah 5:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(5-3) Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.”Pengkhotbah 5:4 · TB
Terjemahan Baru
“(5-3) Jadi, kalau engkau berjanji kepada Allah, tepatilah secepat mungkin. Dia tidak suka kepada orang yang berlaku bodoh. Sebab itu, tepatilah janjimu.”Pengkhotbah 5:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Allah tidak suka sumpah orang bebal. Maka janganlah menjadi seperti orang bebal. Kalau kamu bersumpah untuk melakukan sesuatu bagi Allah, jangan menunda-nunda untuk menepatinya. Tepatilah sumpahmu itu!”Pengkhotbah 5:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When thou vowest a vow unto God, defer not to pay it; for he hath no pleasure in fools: pay that which thou hast vowed.”Pengkhotbah 5:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 5:4?
Ayat ini mengajarkan agar kita menepati nazar atau janji yang kita buat kepada Allah. Jangan menunda-nunda untuk memenuhinya, karena Allah tidak senang dengan orang yang sembrono dalam berjanji. Lebih baik tidak berjanji daripada berjanji tetapi tidak menepati.
Latar belakang
Menepati Nazar
Pengkhotbah menasihati agar jangan menunda membayar nazar kepada Allah. Allah tidak senang dengan orang yang berjanji tetapi tidak menepati.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran Bait Allah, siang hari
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Orang bijak yang merenungkan makna hidup, ~950 SM
Kepada
Umat Allah
Orang-orang yang beribadah di Yerusalem
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶדֶר
neder · nazarmu
janji sukarela kepada Allah
אָחַר
achar · menunda
menunda atau memperlambat
שָׁלֵם
shalem · menepatinya
membayar, menyelesaikan, memenuhi
Ketiga kata ini menekankan keseriusan nazar: nazar adalah janji kudus yang harus dibayar tepat waktu, bukan sekadar keinginan yang bisa ditunda.
Tahukah kamu
Nazar dalam Perjanjian Lama
Nazar adalah janji sukarela untuk mempersembahkan sesuatu kepada Allah, sering kali berupa korban atau persembahan. Jika tidak ditepati, itu dianggap dosa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:4
Ulangan 23:21
Perintah serupa
“Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, janganlah engkau menunda-nunda membayarnya.”
Mazmur 50:14
Nazar dibayar
“Persembahkanlah syukur kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi.”
Amsal 20:25
Bahaya janji
“Jebakan bagi manusia ialah kalau ia gegabah berkata 'Kudus'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:4
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa semua janji kepada Allah harus dipenuhi, bahkan jika itu merugikan diri sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Nazar adalah janji sukarela, bukan paksaan; tetapi jika sudah diucapkan, harus ditepati.
✕ Sering dikira
Menunda nazar hanya masalah waktu, tidak masalah selama akhirnya dibayar.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan agar tidak menunda, karena Allah tidak senang dengan ketaatan yang setengah hati.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 5:4
Jika kamu berjanji kepada Tuhan atau kepada orang lain, usahakan untuk segera menepatinya. Jangan membuat janji yang tidak bisa kamu penuhi hanya karena ingin terlihat baik.
Ya Allah, mampukan aku untuk menjadi orang yang setia menepati janji, terutama janji yang kuucapkan kepada-Mu. Amin.