Perdebatan Dua Ibu

1 Raja-raja 3:22

Salomo Meminta Hikmat dan Mengadili

Namun, perempuan lainnya berkata, “Tidak, anakkulah yang hidup dan anakmu yang mati.” Akan tetapi, perempuan yang pertama berkata, “Tidak! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.” Begitulah mereka berbicara di hadapan raja.

1 Raja-raja 3:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 3:22?

Kedua perempuan itu berselisih di hadapan raja; masing-masing mengklaim bahwa bayi yang hidup adalah anaknya dan yang mati adalah anak yang lain. Ini menggambarkan konflik yang membutuhkan kebijaksanaan raja.

Latar belakang

Dua perempuan saling tuduh

Dua perempuan sundal datang menghadap raja. Masing-masing mengklaim bahwa anak yang hidup adalah miliknya, dan anak yang mati milik yang lain. Mereka berselisih di hadapan Salomo.

Di mana

Yerusalem

Di istana raja, ruang pengadilan

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo meminta hikmat
Keputusan Salomo
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Perempuan Kedua

Ibu yang anaknya mati, ~30 tahun

R

Kepada

Raja Salomo

Raja Israel, ~20 tahun, penuh hikmat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חַי

khai · hidup

hidup, memiliki kehidupan

בְּנִי

beni · anakku

anak laki-lakiku

מֵת

met · mati

mati, tidak hidup

Kontras 'hidup' dan 'mati' di sini menegaskan inti sengketa: mana yang benar-benar hidup? Ini menguji kasih ibu sejati, bukan sekadar kebenaran hukum.

Tahukah kamu

Sebutan 'sundal'

Dalam Alkitab, kata 'sundal' sering merujuk pada pekerja seks, tapi bisa juga berarti perempuan yang berstatus rendah. Mereka tinggal serumah, menunjukkan kemiskinan dan keterpinggiran.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 3:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 3:22

✕  Sering dikira

Salah satu perempuan berbohong bahwa anaknya mati.

✓  Yang sebenarnya

Kita tidak tahu mana yang benar; justru itu inti yang diuji Salomo.

✕  Sering dikira

Perempuan kedua kejam tanpa belas kasihan.

✓  Yang sebenarnya

Mungkin ia putus asa karena anaknya mati, tetapi sikapnya kontras dengan ibu sejati.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 3:22

Pertengkaran sering terjadi karena kebenaran tidak ditegakkan. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan mencari keadilan.

Tuhan, jadikanlah kami pembawa damai dan berilah kami kebijaksanaan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang berkenan kepada-Mu. Amin.