Bertarung dengan binatang buas di Efesus
1 Korintus 15:32
Kebangkitan: Jantung dari Iman Kristen
“Secara manusia, apakah untungku bertarung dengan binatang-binatang buas di Efesus? Jika orang mati tidak dibangkitkan, “Marilah kita makan dan minum karena besok kita mati.””1 Korintus 15:32 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".”1 Korintus 15:32 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau itu hanya dari segi manusia saja, apa untungnya bagi saya untuk berjuang seolah-olah melawan binatang-binatang buas di kota ini, di Efesus? Kalau memang orang mati tidak dihidupkan kembali, nah, lebih baik kita ikuti peribahasa ini: "Mari kita makan minum dan bersenang-senang, sebab besok kita toh akan mati."”1 Korintus 15:32 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Buat apa saya rela mempertaruhkan nyawa melawan orang-orang yang sangat ganas di kota Efesus?! Kalau manusia yang mati akan lenyap begitu saja tanpa dihidupkan kembali, maka lebih baik “Mari kita makan, minum, dan bersenang-senang, karena besok kita akan mati.””1 Korintus 15:32 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If after the manner of men I have fought with beasts at Ephesus, what advantageth it me, if the dead rise not? let us eat and drink; for to morrow we die.”1 Korintus 15:32 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 15:32?
Paulus membandingkan perjuangannya dengan berperang melawan binatang buas, mungkin secara kiasan. Jika tidak ada kebangkitan, hidup hanya untuk kesenangan sesaat, tetapi karena kebangkitan, perjuangan memiliki tujuan kekal.
Latar belakang
Tanpa kebangkitan, ayo foya-foya
Paulus mengutip Yesaya 22:13 — ayat yang menggambarkan orang Israel yang memilih pesta di hadapan bencana. Jika tidak ada kebangkitan, logika Epikurus masuk akal: nikmatilah sekarang, karena ini yang ada. Tapi Paulus menolak itu.
Di mana
Efesus
Kota tempat terjadi kerusuhan besar melawan Paulus yang dipimpin Demetrius
Kapan
~55 M
Setelah kerusuhan di Efesus
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang pernah menghadapi ancaman serius di Efesus
Kepada
Jemaat Korintus
Mengenal kisah penderitaan Paulus di kota-kota misi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θηρίοις
thēriois · wild beasts
binatang buas — mungkin metafora untuk musuh manusia
φάγωμεν καὶ πίωμεν
phagōmen kai piōmen · eat and drink
mari makan dan minum — sikap foya-foya tanpa peduli masa depan
ἀποθνῄσκομεν
apothnēskomen · die
kita mati — present tense, fakta yang diterima
Kutipan 'makan dan minum' merujuk Yesaya 22 — Paulus mengidentifikasi penolak kebangkitan dengan Israel yang menyerah pada kenikmatan saat menghadapi kehancuran.
Tahukah kamu
Siapakah binatang buas?
Kemungkinan besar ini bukan harfiah — Roma tidak mengizinkan warga negara Roma bertarung dengan binatang di arena. 'Binatang buas' kemungkinan metafora untuk lawan-lawan sengit di Efesus, seperti Demetrius dan para pengrajin perak di Kisah Para Rasul 19.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 15:32
Yesaya 22:13
makan dan minum karena besok kita mati
“Mari kita makan dan minum, sebab besok kita mati.”
Lukas 12:19
makan dan minum
“Kataku kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang... makanlah, minumlah, dan bersenang-senanglah.”
Kisah Para Rasul 19:29
binatang buas di Efesus
“Serentak seluruh kota menjadi kacau dan dengan bergegas mereka menyerbu ke gedung pertunjukan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 15:32
✕ Sering dikira
"Paulus sungguh-sungguh bertarung dengan singa di arena."
✓ Yang sebenarnya
Sebagai warga negara Roma, Paulus tidak bisa dihukum dengan cara itu. 'Binatang buas' hampir pasti metafora untuk musuh manusia yang ganas.
✕ Sering dikira
"Paulus menganjurkan gaya hidup Epikurus bagi yang tidak percaya kebangkitan."
✓ Yang sebenarnya
Ia sedang menunjukkan konsekuensi logis dari posisi penolak kebangkitan — bukan merekomendasikannya.
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 15:32
Hidup tanpa pengharapan kebangkitan membuat kita hanya mengejar kesenangan duniawi. Sebaliknya, dengan pengharapan itu, kita bisa menghadapi tantangan dan tetap berbuat baik, karena kita tahu ada upah di kekekalan.
Bapa, kuatkan imanku akan kebangkitan agar aku tidak hidup hanya untuk kesenangan dunia, tetapi berjuang bagi kemuliaan-Mu. Amin.