Istirahat panjang, makan minum, bersenang-senang
Lukas 12:19
Jangan Takut, Jangan Khawatir
“Lalu, aku berkata kepada jiwaku, ‘Hai jiwaku, engkau mempunyai banyak barang yang tersimpan untuk bertahun-tahun; beristirahatlah, makan, minum, dan bersenang-senanglah!’”Lukas 12:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada Lukas 12.20–24 94 padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!”Lukas 12:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian akan kukatakan kepada diriku sendiri: Engkau beruntung! Segala yang baik sudah kaumiliki dan tidak akan habis selama bertahun-tahun. Istirahatlah sekarang! Makan minumlah dan nikmatilah hidupmu!'”Lukas 12:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah itu aku akan merasa puas dan tenang karena hartaku sangat banyak. Semua itu tidak akan habis sepanjang hidupku. Jadi aku tidak perlu bekerja lagi, hanya makan, minum, dan bersenang-senang saja!’”Lukas 12:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I will say to my soul, Soul, thou hast much goods laid up for many years; take thine ease, eat, drink, and be merry.”Lukas 12:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 12:19?
Ayat ini menunjukkan kesalahan orang kaya yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia menganggap harta yang melimpah adalah jaminan hidup yang aman. Padahal, hidup bukan sekadar bersenang-senang, melainkan tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain dan hidup di hadapan Allah.
Latar belakang
Impian pensiun yang hampir universal
Orang ini berbicara kepada 'jiwanya' — sebuah teknik sastra yang aneh sekaligus mengungkapkan: ia memperlakukan dirinya sendiri sebagai tujuan hidupnya. Rencana 'makan, minum, bersenang-senang' terdengar seperti impian pensiun dini yang masuk akal. Yesus tidak mengatakan itu buruk secara absolut — yang Ia persoalkan adalah bahwa ini satu-satunya rencana.
Di mana
Galilea atau perjalanan menuju Yerusalem
Dalam perumpamaan: orang kaya berbicara kepada dirinya sendiri
Kapan
~29-30 M
Pelayanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus (menceritakan monolog tokoh)
Guru menggambarkan rencana hidup orang kaya yang egois
Kepada
Kerumunan besar
pendengar yang mengenali rencana ini sebagai impian banyak orang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ψυχή
psychē · jiwaku
Jiwa, kehidupan batin — tapi di sini ia memperlakukan jiwanya seperti memperlakukan barang: bisa diberi instruksi untuk beristirahat.
ἀναπαύου
anapauou · beristirahatlah
Beristirahatlah, santailah — perintah kepada diri sendiri untuk berhenti bekerja dan menikmati.
εὐφραίνου
euphrainou · bersenang-senanglah
Bergembiralah, rayakan — kata yang juga dipakai untuk pesta komunal, tapi di sini soliter dan tertutup.
Semua kata kerja perintah ditujukan pada dirinya sendiri — tidak ada komunitas, tidak ada tamu, tidak ada rencana bersama siapapun. Kesenangan yang paling sunyi dan paling egois.
Tahukah kamu
Bercakap dengan jiwa sendiri — tren filosofis Yunani
Berbicara kepada 'jiwa' (psychē) adalah teknik refleksi yang dikenal di filsafat Yunani dan Yahudi. Tapi dalam konteks ini, monolog dengan jiwa sendiri mengungkapkan isolasi total — tidak ada relasi, tidak ada Allah, tidak ada orang lain.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 12:19
Pengkhotbah 8:15
Pengkhotbah mengeksplorasi batas dari logika ini
“Aku memuji kesenangan karena tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari makan, minum, dan bergembira.”
Yesaya 22:13
mentalitas yang sama dikritik nabi
“Tetapi lihatlah — ada kegembiraan dan sukacita... 'Marilah makan dan minum, sebab esok hari kita mati!'”
1 Timotius 5:6
hidup yang berfokus pada kesenangan diri
“Janda yang hidup mewah sebenarnya sudah mati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 12:19
✕ Sering dikira
Yesus melarang beristirahat, menikmati hidup, atau pensiun
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak melarang kesenangan. Yang Ia soroti adalah bahwa rencana ini tidak menyertakan Allah, sesama, atau dimensi kehidupan yang melampaui diri sendiri.
✕ Sering dikira
Kalimat ini adalah ucapan yang baik tentang menikmati hidup
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks perumpamaan, ini adalah monolog yang akan segera dijawab dengan kematian mendadak — Yesus membangun ironi yang sangat tajam.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 12:19
Saat kita diberkati dengan banyak hal, jangan langsung berpikir untuk menikmatinya sendiri. Pertimbangkan bagaimana berkat itu bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Bagikan waktu, tenaga, dan materi untuk mereka yang membutuhkan.
Tuhan, ajar aku untuk tidak egois dengan berkat-Mu, tetapi gunakanlah untuk menjadi berkat bagi sesamaku. Amin.