1 Corinthians · Perjanjian Baru · 16 pasal

Kitab 1 Korintus

Ringkasan pasal demi pasal — ketuk pasal mana pun untuk membaca teks lengkapnya dengan konteks.

  1. 1Paulus menulis ke jemaat yang sedang berpecah-belahPaulus memulai dengan menegaskan posisinya sebagai rasul yang dipanggil Allah, bukan oleh pilihan manusia. Ini penting karena otoritasnya akan dipertanyakan di jemaat yang sedang terpecah-belah. Dengan menyebut Sostenes sebagai rekan, ia menunjukkan bahwa pesan ini bukan hanya dari satu orang.
  2. 2Iman yang Berdasar pada AllahKorintus penuh orator bayaran yang dipuja karena gaya bicaranya. Paulus sengaja datang tanpa gaya retorika yang memukau. Ia mau pesannya, bukan kepiawaiannya, yang jadi pusat perhatian.
  3. 3Masih Bayi dalam ImanPaulus mau membahas hal-hal rohani yang dalam, tapi jemaat Korintus belum siap. Mereka sudah percaya Kristus, tapi sikap mereka masih kekanak-kanakan. Jadi Paulus harus menurunkan level pembicaraannya.
  4. 4Siapa sebenarnya Paulus dan Apolos?Jemaat Korintus saling pamer soal siapa guru mereka, seolah Paulus atau Apolos itu selebriti. Paulus menegaskan: kami ini cuma pelayan, bukan tuan. Tugas kami hanya menjaga dan membagikan rahasia Allah, bukan jadi pusat perhatian.
  5. 5Skandal yang dibiarkan jemaatSampai ke telinga Paulus kabar bahwa seorang anggota jemaat hidup bersama istri ayahnya sendiri. Bahkan orang non-Yahudi pun menganggap ini terlalu jauh. Yang bikin Paulus kaget bukan cuma dosanya, tapi jemaat seolah santai saja.
  6. 6Jangan bawa urusan keluarga ke pengadilan kotaOrang Korintus suka sekali berperkara; pengadilan kota jadi tontonan umum. Paulus heran kenapa orang percaya membawa sengketa di antara mereka ke hakim yang bahkan tidak mengenal Tuhan. Ini soal nama baik komunitas iman di mata publik.
  7. 7Pernikahan vs SinglenessJemaat Korintus mengirim surat bertanya tentang pernikahan. Beberapa orang menganggap tidak kawin lebih spiritual. Paulus menjelaskan keduanya adalah karunia dari Allah dan punya nilai.
  8. 8Soal daging berhala: tahu saja tidak cukupJemaat Korintus menulis surat bertanya soal daging yang sudah dipersembahkan ke berhala — boleh dimakan atau tidak. Daging sisa kurban dijual murah di pasar, jadi ini soal nyata sehari-hari. Paulus mulai dengan menohok: 'pengetahuan' yang kalian banggakan justru bikin sombong.
  9. 9Hak-Hak Seorang RasulBeberapa orang di Korintus meragukan kerasulan Paulus karena dia tidak meminta dukungan finansial seperti rasul lain. Paulus memulai dengan pertanyaan retoris yang kuat untuk menegaskan bahwa dia adalah rasul sejati yang memiliki hak-hak seperti rasul lainnya.
  10. 10Belajar dari yang gagalPaulus mengingatkan jemaat Korintus bahwa nenek moyang mereka memiliki keuntungan rohani luar biasa—mereka di bawah awan perlindungan Tuhan dan menyeberangi laut dengan cara ajaib. Namun pengalaman spiritual yang sama tidak menjamin keselamatan atau ketaatan. Mayoritas mereka gagal dan mati di gurun.
  11. 11Aturan Dalam JemaatPaulus menutup bagian tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala dan membuka pembahasan tentang adat istiadat jemaat. Ia mengingatkan mereka bahwa kehidupan Kristen bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi tentang meniru ketaatan Paulus kepada Kristus.
  12. 12Karunia-Karunia dari RohJemaat Korintus sangat antusias tentang karunia rohani, terutama berbicara dalam bahasa lidah. Mereka merasa bangga soal karunia mereka dan saling berbeda pendapat. Paulus menulis surat ini untuk menjelaskan asal karunia itu—bukan dari manusia, tapi dari Roh Kudus, dan semuanya punya tujuan yang sama.
  13. 13Kasih - Nilai TerbesarJemaat Korintus bangga dengan karunia-karunia spektakuler mereka seperti berbahasa roh dan nubuatan, tapi mereka saling menghakimi dan memperdebatkan karunia siapa yang paling penting. Paulus menulis untuk mengingatkan bahwa kasih adalah fondasi semua karunia yang sesungguhnya berarti.
  14. 14Aturan main untuk ibadah yang sehatJemaat Korintus berebut tampil paling rohani, terutama lewat bahasa lidah. Paulus bilang: kejar dulu kasih, baru karunia. Dan kalau mau memilih, pilih yang bikin orang lain mengerti.
  15. 15Kebangkitan: Jantung dari Iman KristenSetelah panjang lebar soal ibadah dan karunia, Paulus tiba-tiba berhenti dan berkata: hei, ada yang lebih mendasar dari semua itu. Injil yang dulu kusampaikan — masih kamu pegang, kan? Bab ini adalah pembelaan terpanjang Paulus soal kebangkitan.
  16. 16Penutup surat Paulus kepada KorintusJemaat di Yerusalem sedang menghadapi krisis ekonomi parah, kemungkinan karena bencana kelaparan yang terjadi di tahun 46-48 M. Paulus mengorganisir pengumpulan dana dari jemaat-jemaat non-Yahudi di Asia Minor dan Yunani untuk menunjukkan solidaritas Kristen lintas budaya dan geografi. Ia meminta Korintus mengikuti pola yang sama seperti yang sudah ia ajarkan ke jemaat di Galatia.