Tanya jawab

Bolehkah menikah lagi setelah bercerai?

Jawaban singkat

Alkitab tidak memberikan jawaban tunggal yang sederhana tentang menikah lagi setelah bercerai. Yesus membolehkan pernikahan ulang jika perceraian terjadi karena zina (Matius 19:9), dan Paulus menambahkan pengecualian jika pasangan yang tidak percaya meninggalkan (1 Korintus 7:15). Namun, banyak orang Kristen percaya bahwa pernikahan ulang setelah perceraian tanpa alasan tersebut adalah dosa. Pandangan berbeda-beda, jadi penting untuk berdoa, mencari hikmat, dan bimbingan gereja.

Pembahasan Lebih Dalam

Alkitab secara langsung berbicara tentang pernikahan ulang dalam dua konteks. Dalam Matius 19:9, Yesus menyatakan bahwa siapa yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, lalu menikah lagi, ia berzina. Ini menunjukkan bahwa perceraian karena zina membuka kemungkinan untuk menikah lagi tanpa cela. Selain itu, 1 Korintus 7:15 memberikan kelonggaran jika pasangan yang tidak percaya memilih untuk bercerai; dalam hal itu, orang percaya 'tidak lagi terikat', yang dipahami banyak orang sebagai kebebasan untuk menikah lagi. Ayat-ayat ini menjadi dasar utama bagi mereka yang membolehkan pernikahan ulang dalam kasus-kasus tertentu.

Namun, interpretasi tidak seragam. Beberapa orang Kristen percaya bahwa pernikahan adalah ikatan seumur hidup, dan bahwa pengecualian Yesus hanya untuk perceraian, bukan untuk pernikahan ulang; mereka berpendapat bahwa pernikahan ulang tetap merupakan perzinahan, mengacu pada Matius 5:32 dan Maleakhi 2:16 yang menekankan kekudusan pernikahan dan kebencian Allah terhadap perceraian. Yang lain melihat 1 Korintus 7:39 sebagai gambaran bahwa ikatan pernikahan berakhir dengan kematian, tetapi juga menganggap bahwa perceraian, meskipun tragis, dapat membuka jalan untuk pengampunan dan pemulihan, sehingga pernikahan ulang dapat diberkati dalam keadaan tertentu. Perbedaan ini sering berkaitan dengan penekanan pada hukum versus kasih karunia, dan pada konteks budaya zaman Alkitab.

Jika Anda bergumul dengan pertanyaan ini, penting untuk tidak merasa dihakimi. Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang penuh kasih dan pengampun, dan bahwa setiap orang berdosa dapat datang kepada-Nya. Carilah hikmat melalui doa, bacalah Alkitab secara menyeluruh, dan mintalah nasihat dari pemimpin rohani yang dewasa. Pertimbangkan juga apakah pernikahan ulang Anda akan membawa kemuliaan bagi Tuhan dan kebaikan bagi semua pihak yang terlibat. Ingatlah bahwa Allah sanggup memulihkan dan memberkati, bahkan dari puing-puing perceraian. Yang terpenting adalah menjalani hidup yang setia kepada Tuhan, mengasihi sesama, dan bertumbuh dalam kasih karunia.

Ayat-Ayat yang Relevan

  1. Matius 19:9

    Dan, Aku mengatakan kepadamu bahwa siapa yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, lalu menikah dengan perempuan lain, ia berzina.”
    Lihat arti & konteks Matius 19:9
  2. 1 Korintus 7:15

    Namun, jika yang tidak percaya itu ingin berpisah, biarkan ia berpisah. Dalam hal seperti ini, saudara atau saudari tidak lagi terikat. Akan tetapi, Allah sudah memanggil kita untuk hidup dalam damai sejahtera.
    Lihat arti & konteks 1 Korintus 7:15
  3. 1 Korintus 7:39

    Istri terikat selama suaminya masih hidup. Namun, jika suaminya meninggal, ia bebas untuk menikah dengan siapa saja yang diinginkannya, asalkan orang itu di dalam Tuhan.
    Lihat arti & konteks 1 Korintus 7:39
  4. Maleakhi 2:16

    “‘Sebab Aku membenci perceraian,’ TUHAN, Allah Israel, berfirman. ‘Dan, orang yang menutupi kekerasan dengan pakaiannya,’ TUHAN semesta alam berfirman. Oleh sebab itu, peliharalah rohmu dan jangan berkhianat!”
    Lihat arti & konteks Maleakhi 2:16
  5. Matius 5:32

    Akan tetapi, Aku mengatakan kepadamu bahwa siapa yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, ia membuat istrinya berzina. Dan, siapa yang menikah dengan perempuan yang telah diceraikan itu, ia juga berzina.
    Lihat arti & konteks Matius 5:32

Pertanyaan terkait