Bahasa Aram

Maranata μαράνα θά

Tuhan kami, datanglah! — doa jemaat mula-mula yang merindukan kedatangan Kristus.

Apa Arti Maranata?

Maranata, yang ditulis dalam bahasa Aram sebagai 'marana tha', adalah ungkapan yang sering diterjemahkan sebagai 'Tuhan kami, datanglah!' — sebuah doa yang penuh kerinduan akan kedatangan Kristus kembali. Kata ini menyimpan nuansa yang sulit ditangkap dalam terjemahan Indonesia karena aslinya merupakan seruan yang sangat pribadi dan mendesak, seperti seseorang yang memanggil sahabat dekatnya untuk segera datang. Dalam 1 Korintus 16:22, Paulus menggunakannya setelah peringatan keras tentang orang yang tidak mengasihi Tuhan, menunjukkan bahwa seruan ini bukan sekadar harapan, melainkan inti dari iman yang menghidupkan. Sementara itu, di Wahyu 22:20, Maranata menjadi jawaban jemaat atas janji Yesus, 'Aku segera datang', memperkuat hubungan timbal balik antara rindu umat dan kepastian janji-Nya. Bahkan di Filipi 4:5, frasa 'Tuhan sudah dekat' sejalan dengan semangat Maranata, mengingatkan kita bahwa kedekatan Tuhan bukan hanya soal waktu, tapi juga kehadiran yang menguatkan. Kata ini penting karena menyatukan dua hal: pengakuan akan kedaulatan Kristus dan kerinduan aktif umat untuk menyambut-Nya, bukan sekadar menunggu pasif. Dengan memahami Maranata, kita diajak menghidupi iman yang penuh harapan dan keterlibatan, bukan hanya sekadar percaya tapi juga merindukan dan berseru.

Ayat-Ayat dengan Kata Maranata

  1. 1 Korintus 16:22

    Jika ada orang yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah dia. Oh Tuhan, datanglah!
    Lihat arti & konteks 1 Korintus 16:22
  2. Wahyu 22:20

    Ia yang bersaksi mengenai hal-hal ini berkata, “Ya, Aku segera datang.” Amin! Datanglah, Tuhan Yesus!
    Lihat arti & konteks Wahyu 22:20
  3. Filipi 4:5

    Biarlah kelembutan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat.
    Lihat arti & konteks Filipi 4:5

Kata terkait