Melompati Ambang Pintu
Zefanya 1:9
Kekerasan dan Tipu Daya
PerikopPenghukuman pada Hari TUHAN · Zefanya 1:2-18 →““Pada hari itu, Aku juga akan menghukum semua orang yang melompati ambang pintu, yang memenuhi rumah tuannya dengan kekerasan dan tipu daya.””Zefanya 1:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku akan menghukum pada hari itu semua orang yang melompati ambang pintu dan memenuhi istana tuan mereka dengan kekerasan dan penipuan.”Zefanya 1:9 · TB
Terjemahan Baru
“Aku akan menghukum semua orang yang beribadat seperti orang yang tak mengenal Aku, dan yang mencuri serta membunuh untuk memenuhi rumah majikan mereka dengan barang-barang rampasan."”Zefanya 1:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“In the same day also will I punish all those that leap on the threshold, which fill their masters’ houses with violence and deceit.”Zefanya 1:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Zefanya 1:9?
Tuhan akan menghukum mereka yang melompati ambang pintu, yang bisa merujuk pada praktik penyembahan berhala atau masuk ke rumah orang lain dengan maksud jahat. Mereka memenuhi rumah tuan mereka dengan kekerasan dan tipu daya, menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakjujuran dalam urusan bisnis atau pemerintahan.
Latar belakang
Kebiasaan Jahat yang Dihukum Tuhan
Tuhan akan menghukum orang-orang yang melompati ambang pintu, sebuah tindakan yang mungkin terkait dengan takhayul atau ritual. Mereka juga mengisi rumah tuan mereka dengan kekerasan dan tipu daya—mereka memanfaatkan kekuasaan untuk menindas orang lain.
Di mana
Yerusalem
Di pintu gerbang bait suci atau rumah-rumah, pada hari kehancuran
Kapan
~630 SM
Kerajaan Yehuda, masa kemurtadan
Yang berbicara
Tuhan ALLAH
Allah yang menghakimi segala kejahatan.
Kepada
Orang-orang yang melompati ambang pintu
Mereka yang terlibat dalam praktik keagamaan asing dan kekerasan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּלַג
dalag · melompati
Melompati atau melewati dengan melompat; dalam konteks ini, tindakan ritual yang takhayul.
חָמָס
khamas · kekerasan
Kekerasan, ketidakadilan, penindasan; sering dipakai untuk dosa sosial.
מִרְמָה
mirmah · tipu daya
Penipuan, kecurangan, atau pengkhianatan; tindakan yang tidak jujur.
Dengan menggabungkan 'melompati' yang bersifat keagamaan dan 'kekerasan'/'tipu daya' yang bersifat sosial, ayat ini menunjukkan bahwa dosa rohani dan sosial tidak dapat dipisahkan; keduanya akan dihakimi.
Tahukah kamu
Lompati Ambang Pintu
Di zaman kuno, orang Filistin memiliki kebiasaan untuk tidak menginjak ambang pintu karena mereka percaya itu dihuni oleh roh. Zefanya menyebutkan praktik serupa yang masuk ke Yehuda, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh asing dalam ibadah mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Zefanya 1:9
Yesaya 59:3
Kekerasan dan tipu
““Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu berkata dusta, lidahmu mengucapkan kecurangan.””
Amos 3:10
Kekerasan di rumah
““Mereka tidak tahu berbuat benar,” demikianlah firman TUHAN, “mereka menimbun kekerasan dan penindasan di dalam puri-puri mereka.””
Mikha 2:1
Rencana tipu daya
““Celakalah orang-orang yang merancang kejahatan, yang merencanakan kejahatan di tempat tidur mereka; pada waktu pagi mereka melakukannya, sebab itu kuasa mereka ada pada mereka.””
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Zefanya 1:9
✕ Sering dikira
Mengira tindakan 'melompati ambang pintu' secara harfiah yang menyebabkan orang dihukum, padahal itu hanya ritual.
✓ Yang sebenarnya
Lompatan itu adalah simbol dari praktik keagamaan yang salah; akar masalahnya adalah kekerasan dan tipu daya yang mereka lakukan.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa dosa sosial seperti kekerasan tidak terkait dengan ibadah; Tuhan hanya peduli pada ritual.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menghubungkan ritual yang salah dengan perilaku tidak adil, menunjukkan bahwa keduanya sama-sama penting dalam penghakiman.
Renungan
Renungan Singkat Zefanya 1:9
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak memanfaatkan posisi atau kepercayaan untuk menindas orang lain atau menipu. Setiap tindakan kekerasan dan tipu daya, sekecil apa pun, diperhatikan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang jujur dan mengelola segala sesuatu dengan integritas.
Ya Tuhan, jadikan aku pribadi yang jujur dan tidak memakai kekuasaan untuk menindas, tetapi untuk memberkati orang lain. Amin.