Angin timur dan panas menyengat
Yunus 4:8
Yunus minta mati karena hari panas
PerikopBelas Kasihan Allah Membuat Yunus Marah · Yunus 4:1-9 →“Ketika matahari terbit, Allah mengutus angin timur yang panas terik dan matahari menyakiti kepala Yunus sehingga ia hampir pingsan sampai ia meminta supaya mati saja, katanya, “Lebih baik mati daripada hidup.””Yunus 4:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup." Yunus 4.9–11 9”Yunus 4:8 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah matahari terbit, Allah mendatangkan angin panas yang bertiup dari timur. Yunus hampir pingsan karena ditimpa sinar matahari yang seakan-akan membakar kepalanya. Ia menjadi putus asa dan ingin mati. Katanya, "Lebih baik aku mati saja daripada hidup!"”Yunus 4:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika matahari terbit, Allah mengirimkan angin yang sangat panas yang bertiup dari arah timur. Karena sinar matahari yang sangat panas itu, maka Yunus lemas dan hampir pingsan. Yunus ingin mati dan berseru, “Lebih baik aku mati daripada hidup!””Yunus 4:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, when the sun did arise, that God prepared a vehement east wind; and the sun beat upon the head of Jonah, that he fainted, and wished in himself to die, and said, It is better for me to die than to live.”Yunus 4:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yunus 4:8?
Setelah pohon jarak layu, Allah mengutus angin timur yang panas dan matahari menyakiti kepala Yunus, membuatnya sangat menderita dan ingin mati. Ini menunjukkan bahwa Yunus lebih peduli pada kenyamanannya sendiri daripada keselamatan orang Niniwe. Allah menggunakan panas ini untuk menekankan pelajaran-Nya kepada Yunus tentang kasih sayang-Nya yang lebih luas.
Latar belakang
Yunus kepanasan dan ingin mati
Setelah pohon jarak layu, Allah mengirim angin timur yang panas dan matahari yang menyengat kepala Yunus, membuatnya hampir pingsan. Yunus kembali meminta kematian karena lebih baik mati daripada hidup.
Di mana
Timur Niniwe
Di bawah terik matahari di pondoknya
Kapan
~780 SM
Nabi-nabi awal
Yang berbicara
Penulis naratif
Narator yang menceritakan kisah Yunus
Kepada
Pembaca/komunitas iman
Orang Israel yang belajar tentang belas kasihan Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רוּחַ
ruakh · angin
angin atau roh; di sini menunjukkan kekuatan alam yang diatur Allah
קָדִים
qadim · timur
timur; arah yang sering dikaitkan dengan angin panas dan kering
חַרְס
chores · terik
panas menyengat atau terik; terkait dengan matahari
Istilah 'ruakh' yang sama digunakan untuk angin dan roh, mengingatkan bahwa Allah mengendalikan baik alam maupun kehidupan; panas yang menyengat adalah alat-Nya untuk mengajar.
Tahukah kamu
Angin timur di Timur Tengah
Angin timur (syarqiyah) di kawasan itu bisa sangat panas dan kering, sering membawa suhu ekstrem, menjadikannya gambaran yang akurat tentang penderitaan Yunus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yunus 4:8
Kejadian 41:6
Angin timur merusak
“tetapi bulir-bulir yang kurus dan layu karena angin timur tumbuh di belakangnya”
Mazmur 103:16
Angin menghilangkan
“Angin bertiup, maka tidak ada lagi, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”
Yesaya 27:8
Angin timur hukuman
“Engkau mengusirnya dengan angin kencang pada waktu angin timur bertiup.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yunus 4:8
✕ Sering dikira
Yunus terlalu lemah secara fisik sehingga tidak tahan panas.
✓ Yang sebenarnya
Penderitaan fisik diperbesar untuk menunjukkan sikap hati Yunus yang keras; ia lebih mementingkan kenyamanan diri daripada belas kasihan Allah.
✕ Sering dikira
Allah kejam karena menyiksa Yunus.
✓ Yang sebenarnya
Allah mengizinkan penderitaan untuk menyingkapkan kepahitan Yunus dan mengajarnya tentang kasih-Nya yang lebih luas.
Renungan
Renungan Singkat Yunus 4:8
Kita mungkin seperti Yunus, cepat marah ketika rencana kita tidak berjalan, tetapi lambat untuk berbelas kasihan kepada orang lain. Ketika kita merasa tidak nyaman atau tidak senang, kita cenderung fokus pada diri sendiri. Ini mengingatkan kita untuk memeriksa hati kita: apakah kita lebih peduli pada kenyamanan kita daripada kebutuhan orang lain? Kasih Allah jauh lebih luas dari yang kita kira.
Tuhan, ubah hatiku agar lebih peka terhadap penderitaan orang lain daripada hanya fokus pada ketidaknyamananku sendiri. Amin.