Manusia seperti bunga yang layu

Mazmur 103:16

Pujian untuk Kasih Setia TUHAN

Namun, ketika angin menerpanya, ia lenyap, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Mazmur 103:16 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 103:16?

Mazmur 103:16 melanjutkan metafora tentang kefanaan manusia: seperti bunga yang layu dan lenyap ketika angin panas bertiup, begitu juga hidup manusia bisa berakhir seketika. Ini menekankan bahwa kita tidak bisa bertahan selamanya di dunia ini, dan tempat kita akan dilupakan oleh orang-orang yang tidak mengenal kita.

Latar belakang

Kerapuhan Manusia

Daud merenungkan singkatnya hidup manusia. Seperti rumput dan bunga yang mudah layu, manusia juga fana dan mudah lenyap.

Di mana

Yerusalem

Di bait suci atau tempat ibadah, saat ibadah

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Rumput dan bunga
Kasih setia kekal
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, ~70 tahun

J

Kepada

Jemaat Israel

Umat pilihan Allah, sedang beribadah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רוּחַ

ruach · angin

angin, nafas, roh; kekuatan yang berlalu

אָבַד

avad · lenyap

binasa, hilang, tidak ada lagi

מָקוֹם

maqom · tempatnya

lokasi, kedudukan

Kata ruach menunjukkan hidup yang seperti hembusan nafas, cepat berlalu; manusia kehilangan tempatnya selamanya.

Tahukah kamu

Angin Panas

Di Timur Tengah, angin panas seperti khamsin dapat membakar tanaman dalam hitungan jam. Ini gambaran betapa cepatnya hidup berakhir.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 103:16

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 103:16

✕  Sering dikira

Hidup tidak berarti karena singkat.

✓  Yang sebenarnya

Singkatnya hidup justru menekankan pentingnya kasih setia Allah.

✕  Sering dikira

Manusia sama seperti tanaman tanpa jiwa.

✓  Yang sebenarnya

Ini kiasan untuk kerapuhan, bukan menafikan nilai manusia.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 103:16

Hidup ini singkat dan tidak menentu. Jangan menunda untuk melakukan hal-hal baik atau memperbaiki hubungan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Manfaatkan waktu yang ada untuk mengasihi dan melayani.

Tuhan, ajari aku menghargai setiap momen yang Kau berikan, dan gunakan sisa hidupku untuk kemuliaan-Mu. Amin.