Turun ke dasar bumi
Yunus 2:6
Doa Yunus dari dalam Ikan
PerikopDoa Yunus · Yunus 2:1-10 →“Aku turun ke dasar pegunungan, palang pintu bumi menutup di belakangku untuk selama-lamanya. Namun, Engkau mengambil kembali nyawaku dari lubang kubur, ya TUHAN, Allahku.”Yunus 2:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama- lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.”Yunus 2:6 · TB
Terjemahan Baru
“Aku terjun sampai ke dasar pegunungan, ke alam yang gerbangnya terkunci hingga akhir zaman. Nyawaku letih lesu di dalam diriku, lalu aku ingat dan berseru kepada-Mu. Maka sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam Rumah-Mu yang kudus. Lalu Kaunaikkan aku dari dalam laut, ya TUHAN Allahku!”Yunus 2:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku tenggelam sampai ke bagian paling dasar dari gunung-gunung yang berada di bawah laut. Seolah-olah pintu gerbang dunia orang mati sudah terkunci dan aku dipenjarakan di sana untuk selama-lamanya. Tetapi Engkau, ya TUHAN, sudah menyelamatkanku dari liang kuburku dan memberikan hidupku kembali.”Yunus 2:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I went down to the bottoms of the mountains; the earth with her bars was about me for ever: yet hast thou brought up my life from corruption, O LORD my God.”Yunus 2:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yunus 2:6?
Yunus turun ke dasar pegunungan di bawah laut, dan pintu-pintu bumi (gerbang dunia bawah) menguncinya untuk selama-lamanya. Ini adalah titik terendah dalam pengalamannya. Namun, di tengah keputusasaan itu, ia menyadari bahwa Tuhan menarik nyawanya dari lubang kubur. Ini adalah pengakuan bahwa keselamatan datang dari Tuhan, yang menyelamatkan dari kematian.
Latar belakang
Di dasar bumi, tetapi tidak terlupakan
Yunus menggambarkan dirinya turun ke dasar pegunungan dan bumi menutup di belakangnya, tetapi TUHAN mengangkat nyawanya dari lubang kubur. Ini adalah puncak keputusasaan sekaligus awal harapan.
Di mana
Perut ikan besar
Di dalam perut ikan di dasar laut
Kapan
~785 SM
Kerajaan Israel (Utara) sebelum jatuh ke Asyur
Yang berbicara
Yunus
Nabi Israel yang melarikan diri dari panggilan TUHAN
Kepada
TUHAN Allah
Allah Israel, yang mengendalikan alam semesta
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֶב
lev · dasar
hati, dalam hal ini berarti dasar atau inti dari sesuatu
בָּרִיחַ
beriach · palang
palang, kunci, penghalang
שַׁחַת
shachat · kubur
lubang, liang, kubur, kebinasaan
Yunus turun sampai ke 'hati' bumi (lev), dan palang (beriach) menutup rapat, tetapi TUHAN mengangkatnya dari shachat (kubur). Ini menunjukkan bahwa bahkan tempat yang paling dalam dan terkunci pun tidak dapat menahan kuasa TUHAN untuk menyelamatkan.
Tahukah kamu
Pegunungan di dasar laut
Para ilmuwan telah menemukan gunung bawah laut yang sangat tinggi, beberapa bahkan lebih tinggi dari Gunung Everest. Bayangkan kedalaman yang digambarkan Yunus!
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yunus 2:6
Mazmur 30:3
menaikkan dari kubur
“TUHAN, Engkau telah menaikkan nyawaku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku dari antara mereka yang turun ke liang kubur.”
Mazmur 40:2
lubang kebinasaan
“Ia menaikkan aku dari lubang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas batu karang, dan meneguhkan langkahku.”
Mazmur 88:6
liang paling dalam
“Engkau menaruh aku di dalam liang yang paling dalam, di tempat yang gelap, di tempat yang dalam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yunus 2:6
✕ Sering dikira
Yunus benar-benar pergi ke inti bumi, melewati pegunungan, dan masuk ke alam maut secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora yang kuat untuk keterpisahan total dari dunia, merasa seperti berada di alam maut.
✕ Sering dikira
'Mengambil kembali nyawaku' berarti Yunus sudah mati dan dibangkitkan.
✓ Yang sebenarnya
Yunus masih hidup di dalam ikan, tetapi ia hampir mati; TUHAN menyelamatkannya dari kematian yang nyaris terjadi.
Renungan
Renungan Singkat Yunus 2:6
Tidak ada tempat yang terlalu dalam bagi Tuhan untuk menjangkau kita. Bahkan ketika semua tampak sia-sia, Tuhan sanggup membalikkan keadaan dan memberikan hidup baru.
Tuhan, terima kasih Engkau telah mengangkatku dari lubang keputusasaan. Aku percaya pada kuasa-Mu untuk menyelamatkan. Amin.