Undi jatuh pada Yunus
Yunus 1:7
Yunus melarikan diri dari TUHAN
“Lalu, mereka berkata, setiap orang kepada temannya, “Ayo membuang undi supaya kita tahu siapa yang menyebabkan malapetaka ini ditimpakan atas kita.” Mereka pun membuang undi, dan undi itu jatuh kepada Yunus.”Yunus 1:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.”Yunus 1:7 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah Yunus dan nakhoda itu naik ke atas, para awak kapal itu berkata sesama mereka, "Mari, kita buang undi supaya kita tahu siapa yang bersalah sehingga kita ditimpa bencana ini!" Mereka membuang undi, dan nama Yunus yang kena.”Yunus 1:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setelah kapten kapal itu dan Yunus naik ke lantai atas kapal, para anak buah kapal itu berkata seorang kepada yang lain, “Untuk mencari tahu siapa sebenarnya penyebab bencana ini, kita harus melakukan undian.” Dan ketika mereka melakukan itu, Yunuslah yang kena.”Yunus 1:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said every one to his fellow, Come, and let us cast lots, that we may know for whose cause this evil is upon us. So they cast lots, and the lot fell upon Jonah.”Yunus 1:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yunus 1:7?
Awak kapal membuang undi untuk mencari tahu siapa penyebab badai. Undi jatuh kepada Yunus, menunjukkan bahwa Tuhan menggunakan cara-cara yang tidak biasa untuk mengungkap dosa dan menyatakan kehendak-Nya. Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan dapat memakai apa pun untuk menegur anak-anak-Nya.
Latar belakang
Membuang undi untuk mencari biang keladi
Badai mengamuk dan kapal terancam pecah. Para pelaut membuang undi karena percaya cara itu akan mengungkap siapa yang menyebabkan malapetaka ini. Undi itu jatuh kepada Yunus.
Di mana
Kapal di Laut Tengah
Di dalam kapal saat badai dahsyat
Kapan
~780 SM
Kerajaan Israel Utara
Yang berbicara
Penulis/para pelaut
Narator dan para pelaut kapal yang ketakutan.
Kepada
Pembaca/para pelaut
Pembaca kitab dan para pelaut yang saling berkata.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גּוֹרָל
goral · undi
batu kecil atau lot yang dipakai untuk menentukan keputusan
נָפַל
nafal · membuang
jatuh atau dilemparkan
רָעָה
ra'ah · malapetaka
keburukan atau bencana
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kehancuran yang dialami kapal itu bukan sekadar nasib, tetapi akibat tindakan jahat (ra'ah) yang terungkap melalui alat undi yang diizinkan Allah. Undi yang jatuh mengarahkan perhatian kepada Yunus sebagai sumber masalah.
Tahukah kamu
Undi dalam Alkitab
Membuang undi adalah cara kuno untuk mencari kehendak ilahi, seperti melempar dadu atau lot. Dalam Perjanjian Lama, undi sering digunakan untuk membagi tanah atau menentukan imam, dan hasilnya diyakini ditentukan oleh Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yunus 1:7
Amsal 16:33
Tuhan mengatur undi
“Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.”
Yosua 7:14
Undi menyingkap dosa
“Undi menunjukkan Akhan sebagai penyebab malapetaka Israel.”
Imamat 16:8
Undi untuk keputusan ilahi
“Harun membuang undi untuk menentukan kambing bagi TUHAN dan bagi Azazel.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yunus 1:7
✕ Sering dikira
Membuang undi adalah sihir atau perjudian yang dilarang Allah.
✓ Yang sebenarnya
Undi adalah praktik yang diizinkan dalam PL untuk menentukan kehendak Allah, bukan sihir. Perjudian demi keuntungan pribadi memang dilarang, tetapi konteks ini adalah mencari keputusan ilahi.
✕ Sering dikira
Para pelaut memakai undi karena mereka percaya kepada TUHAN.
✓ Yang sebenarnya
Mereka percaya kepada banyak allah. Mereka masing-masing berseru kepada allahnya sendiri, dan undi adalah cara umum untuk mencari petunjuk dari dewa-dewa mereka.
Renungan
Renungan Singkat Yunus 1:7
Ketika masalah datang tanpa sebab yang jelas, mungkin Tuhan sedang menunjukkan area dalam hidup kita yang perlu diperbaiki. Daripada menyalahkan orang lain atau keadaan, mari berdoa dan memeriksa diri kita sendiri.
Tuhan, ajari aku rendah hati untuk mengakui kesalahanku ketika Engkau menegurku, dan berilah aku keberanian untuk berubah. Amin.