Raja Ai digantung sampai matahari terbenam

Yosua 8:29

Kemenangan atas Ai dan Pembaruan Perjanjian

Ia menggantung Raja Ai pada sebuah pohon sampai petang. Ketika matahari terbenam, Yosua memerintahkan orang untuk menurunkan mayat itu dari pohon dan melemparkannya di depan pintu gerbang kota. kemudian, di atasnya didirikan suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai hari ini.

Yosua 8:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yosua 8:29?

Raja Ai digantung dan mayatnya dikubur di bawah tumpukan batu di pintu gerbang kota, sebagai tanda penghinaan dan peringatan. Ini menunjukkan bahwa raja yang menentang Tuhan akan dipermalukan dan berakhir dengan hina.

Latar belakang

Eksekusi raja Ai

Raja Ai ditangkap hidup-hidup dan digantung sebagai hukuman. Mayatnya diturunkan saat matahari terbenam dan ditimbun batu sebagai tanda kutuk.

Di mana

Ai

Di gerbang kota Ai, yang telah dihancurkan

Kapan

~1400 SM

Penaklukan Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian raja Ai
Pembaruan di Gunung Ebal
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Yosua

Tradisi Yahudi: Yosua sendiri atau imam Eleazar

P

Kepada

Pembaca Israel

Generasi yang menikmati tanah perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תָּלָה

talah · menggantung

menggantungkan pada tiang

עֶרֶב

erev · petang

waktu senja

גַּל

gal · timbunan

tumpukan batu

Tindakan ini menegaskan kutukan Allah: mayat raja dan tumpukan batu menjadi peringatan bagi semua yang melawan Tuhan.

Tahukah kamu

Hukum Taurat tentang mayat digantung

Ulangan 21:23 memerintahkan mayat tidak boleh dibiarkan semalaman karena terkutuk; Yosua mematuhinya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yosua 8:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yosua 8:29

✕  Sering dikira

Menganggap raja digantung pada pohon dan dibiarkan

✓  Yang sebenarnya

Diturunkan sebelum matahari terbenam, sesuai hukum.

✕  Sering dikira

Menganggap hukuman ini kejam tanpa konteks

✓  Yang sebenarnya

Ini eksekusi raja yang memimpin perlawanan terhadap perintah Allah, bukan hukuman tanpa sebab.

Renungan

Renungan Singkat Yosua 8:29

Menyadari bahwa Tuhan adalah Allah yang adil, kita tidak perlu iri pada orang fasik yang tampak berhasil. Kemenangan sejati hanya ada di pihak Tuhan, dan pada akhirnya keadilan-Nya akan ditegakkan.

Ya Allah yang adil, ajar aku untuk selalu memihak kepada-Mu dan tidak iri pada orang fasik. Percayakanlah keadilan-Mu yang sempurna. Amin.