Imam Berdiri di Tengah Sungai
Yosua 4:10
Batu Peringatan di Gilgal
“Para imam yang mengangkat Tabut Perjanjian tetap berdiri di tengah Sungai Yordan, sampai segala sesuatu yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua untuk disampaikan kepada bangsa itu selesai dilakukan, seperti semua yang telah Musa perintahkan kepada Yosua. Bangsa Israel itu menyeberang cepat-cepat.”Yosua 4:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Para imam pengangkat tabut itu tinggal berdiri di tengah-tengah sungai Yordan, sampai selesai dilakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua untuk disampaikan kepada bangsa itu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Musa kepada Yosua. Maka menyeberanglah bangsa itu dengan cepat-cepat.”Yosua 4:10 · TB
Terjemahan Baru
“Para imam tetap berdiri di tengah-tengah Yordan sampai orang-orang itu selesai melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepada mereka melalui Yosua. Itu sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Musa kepada Yosua. Dengan cepat umat Israel menyeberangi Sungai Yordan.”Yosua 4:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Para imam yang mengangkat peti perjanjian berdiri di tengah sungai Yordan sampai semua yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua selesai dilakukan. Semua itu juga sesuai dengan segala yang Musa perintahkan kepada Yosua. Maka orang-orang Israel bergegas menyeberangi sungai itu,”Yosua 4:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For the priests which bare the ark stood in the midst of Jordan, until everything was finished that the LORD commanded Joshua to speak unto the people, according to all that Moses commanded Joshua: and the people hasted and passed over.”Yosua 4:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yosua 4:10?
Para imam yang mengangkat Tabut Perjanjian berdiri di tengah Sungai Yordan sampai seluruh bangsa selesai menyeberang dengan cepat. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Tuhan melalui tabut itu menjadi dasar yang kokoh, dan ketaatan serta kesabaran mereka memungkinkan seluruh umat mencapai tanah perjanjian.
Latar belakang
IMAM MENUNGGU SAMPAI SEMUA SELESAI
Para imam yang mengangkat Tabut Perjanjian tetap berdiri di tengah Sungai Yordan sementara seluruh bangsa menyeberang dengan cepat. Mereka tidak bergerak sampai semua perintah TUHAN kepada Yosua, sesuai dengan instruksi Musa, dilaksanakan. Ini menunjukkan kepercayaan penuh kepada janji TUHAN.
Di mana
Sungai Yordan
Di tengah dasar sungai yang kering, dekat Yerikho
Kapan
~1406 SM
Perebutan Tanah Kanaan
Yang berbicara
Penulis kitab Yosua
Penulis anonim, kemungkinan dari kalangan imam/ahli Taurat, mencatat sejarah Israel.
Kepada
Pembaca kitab Yosua
Umat Israel generasi berikutnya, mempelajari karya Tuhan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עמד
'amad · berdiri
berdiri tegak, tetap di tempat
כהן
kohen · imam
pelayan ibadah yang diurapi
תמם
tamam · selesai
menjadi lengkap atau selesai
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa tugas imam adalah melayani dengan berpegang teguh sampai pekerjaan Tuhan selesai, bukan hanya memulai.
Tahukah kamu
Sungai Yordan Berhenti Mengalir
Pada musim banjir, Sungai Yordan bisa meluap hingga 30 meter lebarnya, tetapi di sini tetap kering total selama prosesi penyeberangan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yosua 4:10
Keluaran 14:21-22
Mujizat serupa
“Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan TUHAN menghembus angin timur... dan orang Israel berjalan di tempat kering.”
Yosua 3:17
Konteks langsung
“Para imam yang mengangkat tabut perjanjian TUHAN tetap berdiri di tanah kering di tengah-tengah sungai Yordan.”
2 Raja-raja 2:8
Mujizat serupa
“Elia mengambil jubahnya, menggulungnya, dan memukul air itu, lalu terbagi ke kiri dan ke kanan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yosua 4:10
✕ Sering dikira
Mengira imam berdiri di tempat berbahaya tanpa tujuan, hanya untuk drama.
✓ Yang sebenarnya
Mereka berdiri sebagai wakil Tuhan untuk menahan air, menunjukkan kekuasaan-Nya hingga semua selesai.
✕ Sering dikira
Menganggap perintah Musa lebih penting daripada perintah Yosua.
✓ Yang sebenarnya
Teks menunjukkan Yosua meneruskan instruksi Musa, jadi keduanya selaras dari Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Yosua 4:10
Seperti para imam yang berdiri teguh, kita dipanggil untuk menjadi penopang bagi orang lain, terutama saat mereka sedang 'menyeberang' dalam masa-masa sulit. Kesetiaanmu dalam mendoakan dan menemani orang lain bisa menjadi fondasi yang memampukan mereka untuk maju.
Tuhan, jadikan aku penopang yang setia bagi saudara-saudariku yang sedang berjuang, dan beri aku kekuatan untuk tetap berdiri di dalam Engkau. Amin.