Jubah Elia Membelah Sungai

2 Raja-raja 2:8

Elia Terangkat, Elisa Menerima Mantelnya

Kemudian, Elia mengambil jubahnya, melipatnya dan memukulkannya ke air itu dan air itu terbelah ke sebelah sana dan ke sebelah sini sehingga keduanya dapat menyeberang di tanah yang kering.

2 Raja-raja 2:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 2:8?

Elia mengambil jubahnya, melipatnya, dan memukulkannya ke air Sungai Yordan, lalu air terbelah sehingga mereka menyeberang di tanah kering. Ini mengingatkan pada mukjizat Musa membelah Laut Merah, menegaskan bahwa kuasa Allah bekerja melalui Elia sebagai nabi-Nya.

Latar belakang

Tindakan Iman

Elia menggulung jubahnya dan memukulkannya ke air, dan air terbelah. Ini meniru mukjizat Musa, menunjukkan kuasa Tuhan yang sama.

Di mana

Sungai Yordan

Di tepi sungai, tepat sebelum menyeberang

Kapan

~850 SM

Zaman Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Berdiri di tepi sungai
Menyeberang kering
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Raja-raja

Narator yang mencatat sejarah Israel

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang membaca kisah ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אַדֶּרֶת

adderet · jubah

mantel atau jubah, sering menandakan jabatan nabi

נָכָה

nakah · memukulkannya

memukul, memukulkan

חָצָה

chatzah · terbelah

membelah, memisahkan

Kata 'jubah' melambangkan wewenang, 'memukul' menunjukkan tindakan proaktif, dan 'terbelah' menandakan kuasa Tuhan atas alam.

Tahukah kamu

Jubah Nabi

Jubah adalah simbol otoritas kenabian, dan menjadi warisan yang diwariskan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 2:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 2:8

✕  Sering dikira

Mengira jubahnya yang punya kuasa.

✓  Yang sebenarnya

Kuasa berasal dari Tuhan, jubah hanyalah alat.

✕  Sering dikira

Menganggap Elia melakukan sihir.

✓  Yang sebenarnya

Ini tindakan iman yang Tuhan jawab.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 2:8

Tuhan dapat memakai alat-alat sederhana, seperti jubah, untuk menunjukkan kuasa-Nya. Kita dipanggil untuk bertindak dalam iman, percaya bahwa Allah sanggup membuka jalan di tengah situasi yang tampaknya mustahil.

Ya Allah, mampukan kami untuk percaya pada kuasa-Mu yang sanggup membelah 'sungai' kami, dan berani melangkah dalam iman. Amin.