Tidak Ada Warisan untuk Lewi

Yosua 14:3

Kaleb Meminta Hebron

Sebab, Musa telah memberikan milik pusaka kepada suku yang dua setengah lagi di seberang Sungai Yordan, tetapi kepada suku Lewi tidak diberikan milik pusaka.

Yosua 14:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yosua 14:3?

Musa sudah memberikan bagian kepada dua setengah suku (Ruben, Gad, setengah Manasye) di sebelah timur Yordan, tetapi suku Lewi tidak mendapat warisan tanah, karena mereka dikhususkan untuk melayani Tuhan.

Latar belakang

Suku Lewi Tidak Mendapat Bagian

Musa telah memberikan milik pusaka kepada suku Ruben, Gad, dan setengah Manasye di seberang Yordan. Namun, suku Lewi tidak menerima warisan, karena Tuhan sendiri yang menjadi bagian mereka.

Di mana

Gilgal

Kemah Pertemuan di Gilgal

Kapan

~1400 SM

Perebutan Tanah Perjanjian

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Musa memberikan warisan
Bagian untuk suku lain
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis sejarah Israel, mencatat peristiwa kuno

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang ingin mengenal Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מֹשֶׁה

Moshe · Musa

Nabi yang memimpin Israel keluar Mesir

נַחֲלָה

nakhala · milik pusaka

Warisan tanah

לֵוִי

Levi · suku Lewi

Suku yang dipilih untuk pelayanan ibadah

Suku Lewi tidak diberi tanah, tetapi diberi kehormatan untuk melayani Tuhan dan umat-Nya. Ini mengajarkan ketergantungan pada Tuhan.

Tahukah kamu

Lewi Dapat Kota, Bukan Tanah

Mereka menerima 48 kota yang tersebar di seluruh Israel, termasuk kota perlindungan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yosua 14:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yosua 14:3

✕  Sering dikira

Lewi dihukum karena tidak dapat tanah.

✓  Yang sebenarnya

Mereka diberi hak istimewa untuk melayani Tuhan.

✕  Sering dikira

Mereka tidak diberi tempat tinggal.

✓  Yang sebenarnya

Mereka dapat kota-kota untuk ditinggali.

Renungan

Renungan Singkat Yosua 14:3

Suku Lewi tidak menerima tanah, tetapi mereka menerima Tuhan sebagai bagian mereka. Ini mengajarkan kita bahwa kepuasan sejati tidak selalu datang dari harta benda, melainkan dari hubungan kita dengan Allah. Jadikan Tuhan sebagai milik pusaka kita.

Tuhan, jadikanlah Engkau bagianku yang terutama, sehingga aku tidak terikat pada hal-hal duniawi. Amin.